Khutbah Jum’at 19 Juni 2026 M / 04 Muharram 1448 H: Meneguhkan Istiqamah Dalam Kebaikan Di Bulan Muharram

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْأَزْمِنَةَ مَوَاسِمَ لِلطَّاعَةِ، وَخَصَّ بَعْضَهَا بِالْفَضْلِ وَالْكَرَامَةِ، وَجَعَلَ شَهْرَ مُحَرَّمٍ مَدْخَلًا لِسَنَةٍ جَدِيْدَةٍ لِلْمُحَاسَبَةِ وَالْإِصْلَاحِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga pada hari Jumat yang penuh keberkahan ini kita dapat berkumpul di rumah Allah untuk melaksanakan ibadah salat Jumat. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib mengajak diri khatib pribadi dan seluruh jamaah sekalian untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebab ketakwaan merupakan bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dunia sekaligus bekal menuju kebahagiaan akhirat.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Kita telah memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah. Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Kehadiran tahun baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam, tetapi momentum untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan memperkuat komitmen dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.

Muharram menjadi titik awal yang sangat tepat untuk meneguhkan istiqamah dalam kebaikan. Sebab banyak orang mampu memulai amal saleh, tetapi tidak semua mampu mempertahankannya secara konsisten. Padahal Allah SWT lebih mencintai amal yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit. Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita renungkan dalam upaya meneguhkan istiqamah pada bulan Muharram ini.

Pertama: Memperbanyak Amalan Utama; Muharram adalah bulan yang penuh keutamaan. Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim).

Karena itu, marilah kita menghidupkan bulan Muharram dengan memperbanyak ibadah, terutama puasa sunnah Tasu’a pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Selain itu, perbanyak pula sedekah, membantu anak yatim, memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berbagai amal kebajikan lainnya.

Muharram hendaknya menjadi awal yang baik untuk membangun kebiasaan-kebiasaan saleh yang berkelanjutan sepanjang tahun.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Kedua: Muhasabah dan Evaluasi Diri; Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18).

Pergantian tahun Hijriah mengajarkan kepada kita pentingnya melakukan evaluasi diri. Sudahkah salat kita semakin baik? Sudahkah bacaan Al-Qur’an semakin rutin? Sudahkah hubungan kita dengan keluarga, tetangga, dan sesama muslim semakin harmonis?

Muhasabah bukan untuk menyesali masa lalu secara berlebihan, melainkan untuk memperbaiki masa depan dengan lebih baik.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga: Memulai dari Amal yang Kecil tetapi Konsisten; Sering kali seseorang gagal istiqamah karena memulai dengan target yang terlalu besar. Islam mengajarkan keseimbangan dan keberlanjutan. Dalam Islam, konsistensi (istiqamah) lebih dicintai oleh Allah SWT daripada kuantitas amal yang besar namun dilakukan hanya sekali. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an agar manusia menunaikan kewajiban secukupnya, menjaga batas, dan terus berproses dalam kebaikan

فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Artinya; “Maka tetaplah engkau (berada) pada jalan yang lurus, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Hud: 112)
Ayat ini dipadukan dengan tuntunan Rasulullah SAW yang bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang terus-menerus (kontinu) walaupun itu sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mulailah dari amalan sederhana yang mampu dilakukan secara rutin. Membaca satu halaman Al-Qur’an setiap hari, bersedekah walaupun sedikit, menjaga salat berjamaah, atau memperbanyak istighfar setiap selesai salat.

Amal kecil yang dilakukan secara terus-menerus akan menjadi kebiasaan yang membentuk karakter dan memperkuat keimanan.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Keempat: Mencari Lingkungan yang Menguatkan Kebaikan; Allah SWT berfirman:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ

Artinya: “Bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari.” (QS. Al-Kahfi: 28).

Lingkungan yang baik akan membantu seseorang untuk istiqamah. Majelis ilmu, sahabat yang saleh, komunitas yang gemar beribadah, dan keluarga yang saling mengingatkan dalam kebaikan merupakan sarana penting untuk menjaga keteguhan hati.

Karena itu, jangan berjalan sendirian dalam menempuh jalan kebaikan. Perkuat silaturahmi dengan orang-orang saleh dan perbanyak doa agar Allah SWT meneguhkan hati kita.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, derasnya arus informasi digital, dan beragam godaan yang dapat melemahkan keimanan, umat Islam memerlukan kekuatan istiqamah. Bangsa ini membutuhkan pribadi-pribadi yang konsisten dalam kejujuran, amanah dalam bekerja, disiplin dalam menjalankan tugas, santun dalam berkomunikasi, serta peduli terhadap sesama.

Muharram mengajarkan bahwa perubahan yang sejati bukanlah perubahan sesaat, melainkan perubahan yang terus dipelihara dengan kesungguhan dan keikhlasan. Karena itu, marilah kita jadikan bulan Muharram sebagai titik awal untuk memperkuat istiqamah dalam ibadah, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah dalam kebaikan hingga akhir hayat.Wallahu A’lam bish Shawab.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita terus menjaga ketakwaan kepada Allah SWT dengan memperbanyak amal saleh, memperkuat muhasabah diri, menjaga keistiqamahan dalam ibadah, serta membangun lingkungan yang saling mengingatkan dalam kebaikan. Semoga Muharram tahun ini menjadi awal perubahan yang lebih baik bagi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa kita.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُسْتَقِيْمِيْنَ عَلَى دِيْنِكَ، وَثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَهْرِ مُحَرَّمٍ، وَوَفِّقْنَا لِلصِّيَامِ وَالطَّاعَةِ وَالْإِحْسَانِ.

اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا، وَاجْعَلْهَا بَلْدَةً طَيِّبَةً وَرَبٌّ غَفُوْرٌ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

أَقِمِ الصَّلَاةَ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *