Kembali Fokus Belajar dan Berkarya

Saat ini dunia sedang berduka dan berdampak pada pada kehidupan sosial, ekonomi politik dan sejenisnya. Tidak terkecuali Pelajar, mahsiswa, Guru, Dosen dan Karyawan harus pintar-pintar membedakan fokus masalah personal dan profesional, jangan sampai masalah saat ini mempengaruhi kinerja. Untuk beberapa hal mungkin nasihat ini ada benarnya. Namun untuk kejadian yang lebih tragis dan mengejutkan, misalnya kepergian keluarga terdekat, dn bahkan kejadian seperi penyebaran wabah Covid 19 saat ini. Tidak jarang banyak …….mengalami kepanikan stress dan sejenisnya, tidak ada salahnya jika anda butuh waktu lebih untuk bangkit. Grid Health.ID- Jumat, 3 April 2020, melansir Penyebaran wabah virus corona (COVID-19) telah membuat berbagai pihak di penjuru dunia merasa terancam, tak terkecuali di Amerika Serikat (AS). Membuat Negara adikuasa bias tak berdaya. (Levi Larassaty. 2020).

Hampir semua Negara mengeluarkan Kebijkanan Karantina Wilayah (locldowend). Atas anjuran WHO. Mendengar kata “karantina” saja sudah menakutkan, dahulu tahun 60-han ketika masa kecil saya mendengar kata “karatina” menrtikannya negative istilah di kampung   (jelama loba nu dikerem  di Koramil/Tk. Kacamatan, aya oge nu di kerem di Kodim/Tk Kabupaten, sanak kulawargana kudu ngabesukan), karena mereka dianggap terlibat dalam gerakan G.30 SPKI. Kebijakan karantina, memang “menakutkan” aneh rasanya membayangkan sedang ketakutan anda harus kerja kantor, belajar/kuliah seperti biasa. (baca, juga Mitos atau Fakta).  Jauh di dalam benak hati dan pikiran, anda sendiri masih sulit menghadapi kenyataan yang sudah atau sedang terjadi.

Pandemi memang akan menurunkan pertumbuhan ekonomi, namun tanpa upaya sigap dari masyarakat bekerja sama dengan pemangku kebijakan untuk selamatkan nyawa penduduk Indonesia, maka optimisme perekonomian tidak akan pernah datang. Optimisme dan sentimen positif ekonomi baru akan terjadi jika pandemi COVID-19 dapat diatasi, setidaknya menunjukkan tanda-tanda terkendali dan akhirnya dapat diselesaikan. Jadi, kemampuan Pemerintah dan para pemangku kepentingan ekonomi untuk secara bersama-sama mengalokasikan sumber daya secara optimal menangani masalah kesehatan ini akan sangat menentukan jalannya roda perekonomian ke depan. Tanpa ini sepertinya puluhan jurus stimulus perekonomian pun tidak akan mempan menggeliatkan perekonomian.(Fadjarudin (2020).

Tidak hanya itu, Pandemi berdampak berdampak pula pada kemampuan konsentrasi atau memusatkan perhatian merupakan hal penting dalam melakukan kegiatan sehari-hari saat di sekolah, tempat kerja, rumah, maupun di lingkungan sosial, sebab dalam kemampuan konsentrasi terdapat proses fokus pada satu hal sehingga dapat melakukan kegiatan dengan baik (DSM-IV-TR, 2000). Penyebab rendahnya kualitas dan prestasi belajar seorang anak, bekerja bagi orang dewasa mengalami lemahnya kemampuan dalam melakukan konsentrasi belajar maupun kinerja, padahal hasil belajar maupun kinertja orang dewasa bergantung pada intensitas kemampuan konsentrasi yang terdapat dalam diri pribadi (Hidayati, 2014). Jika seseorang memiliki kemampuan konsentrasi yang rendah maka akan memunculkan perilaku buruk, kurangnya penguasaan, dan nilai atau prestasi yang diperoleh rendah (Aviana, 2015).

Kurangnya kemampuan konsentrasi merupakan salah satu ciri seseorang yang mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Brain gym merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi anak ADHD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brain gym terhadap peningkatan kemampuan konsentrasi anak yang mengalami ADHD. (Rafitaka, dkk, 2018). 

Keberhasilan tercapainya tujuan pembelajaran misalnya para ahli sepakat menyebutkan “bergantung pada proses yang dilalui” (Malawi, 2013). Menurut Nuryana dan Purwanto (2010), salah satu faktor yang berpengaruh pada hasil belajar dalam proses pembelajaran adalah kemampuan konsentrasi yang baik. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Aviana (2015) menunjukkan bahwa konsentrasi merupakan suatu kemampuan yang dapat dinyatakan melalui perilaku, penguasaan, pemahaman dan penilaian atas hasil pembelajaran. Sugiyanto (dalam Nuryana & Purwanto, 2010) menjelaskan bahwa kemampuan konsentrasi adalah kemampuan memusatkan pemikiran atau kemampuan mental dalam menyortir informasi yang tidak diperlukan dan memusatkan perhatian hanya pada informasi yang dibutuhkan.

Moh. Surya pakar psikologi pendidikan UPI (dalam Hidayati, 2014), menyatakan bahawa konsentrasi atu focus, adalah pemusatan daya pikir dan perbuatan pada suatu objek yang dipelajari dan mengabaikan segala hal yang tidak berkaitan dengan objek yang dipelajari. Konsentrasi merupakan keadaan pikiran atau asosiasi terkondisi yang diaktifkan oleh sensasi di dalam tubuh (Nuryana & Purwanto, 2010). Hakim (2002) mengemukakan bahwa kemampuan konsentrasi sebagai suatu proses pemusatan pikiran (fokus) kepada suatu objek tertentu dimana dalam berkonsentrasi diperlukan usaha keras agar segenap perhatian panca indera dan pikiran hanya terfokus pada satu hal saja.

Esensinya tidak konsentrasi atu tidak focus, patut di duga sedang mengalami gangguan, tidak sedikit penduduk dunia saat ini banyak yang terganngu fisik maupun psyhis sebagai dampak penyebaran Covid 19. Sampai sampai pemerintah Indonesian mengelurkan kebijakan “Realokasi Anggaran Berfokus Pada Penanganan Pandemi COVID-19” Pemerintah berencana akan melakukan realokasi anggaran K/L sebesar Rp 10 Triliun. Jumlah realokasi anggaran K/L tersebut masih terlampau kecil dibandingkan dengan kebutuhan penanganan COVID-19 secara nasional. Kebutuhan realokasi anggaran tersebut harus diprioritaskan pada upaya pengadaan untuk alat Rapid Test, pelaksanaan Test Massal Corona, Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas medis, pengadaan tempat tidur dan kamar rumah sakit, tambahan petugas medis, obat-obatan, masker dan lain sebagainya.

Paternotte dan Buitelaar (2013), menjelaskan bahwa gangguan-gangguan yang muncul pada manusia ADHD disebabkan oleh karena adanya gangguan pada fungsi pengaturan di kepala bagian depan yaitu lobus frontalis. Hal ini dapat mempengaruhi pemusatan perhatian anak karena perhatian dikendalikan di dalam otak depan sebelah kiri (Lobus Frontalis Hemisphere kiri) (Nugroho, 2009). Menurut Benor (2006), penanganan ADHD dengan stimulasi obat memiliki risiko yang tinggi karena dapat mengakibatkan kematian, sehingga lebih diutamakan menggunakan pendekatan alternatif pengganti obat seperti dengan melakukan brain gym. Brain gym otak adalah serangkaian latihan berbasis gerakan tubuh sederhana (Harini, 2010). Menurut Dennison dan Dennison (2009) brain gym yaitu serangkaian gerak sederhana yang menyenangkan dan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar dengan menggunakan keseluruhan otak.

Waktu mungkin akan menyembuhkan luka, dan dalam hal ini anda bisa coba berdamai dengan waktu. Yang kamu perlu lakukan adalah berkomitmen kepada diri kamu sendiri untuk tetap atur jam makan secara teratur, jangan ngemil hanya karena bosan, serta makan makanan yang mengenyangkan untuk mencegah kamu memiliki hasrat ngemil. Caranya adalah dengan tidak menghabiskan waktu untuk meratapi nasib dan coba berkompromi dengan duka yang masih anda rasakan. Coba bangkit dan tetaplah produktif bekerja setelah menghadapi kejadian yang mengguncang dengan menerapkan cara mengatasi kesedihan ini. Glints adalah platform rekrutmen nomor 1 di Asia, bergerak di bidang  untuk membantu perusahaan membangun tim sukses dengan talenta muda. Misinya membantu perusahaan untuk merekrut bakat muda yang tepat secara efektif, dan bagi orang muda untuk menemukan karier yang mereka sukai dan untuk mengembangkan keterampilan yang tepat. Untuk mengatasi hal itu Maria Juwita (2019), memberikan tips “Cara Mengatasi Kesedihan dan Kembali Fokus Bekerja” (Maria Juwita (2019), simak hasil kajianya sebagai berikut:

1.       Bicarakan dengan Atasan, guru/dosen Pembimbing

Berdiskusi soal ini mungkin tidak nyaman, tapi anda bisa menyuarakan keinginanmu terkait situasi yang baru anda hadapi. Karena setiap orang memiliki respon terhadap trauma yang berbeda-beda, tak perlu sungkan untuk bernegosiasi dengan atasan soal workload-mu di kantor, Apakah anda ingin menyibukkan diri dengan pekerjaan di kantor? Atau malah ingin waktu personal yang lebih lama untuk beradaptasi dengan situasimu dengan meminta workload lebih sedikit?  Coba bicarakan apa yang menurutmu terbaik untuk dirimu saat ini dan pelan-pelan kembali ke rutinitasmu seperti semula.

2.       Cari Waktu untuk Diri Sendiri

Mungkin anda tidak bisa berlama-lama mengambil cuti atau meninggalkan kantor untuk berlibur atau masa karantina semacam ini. Satu hal yang perlu anda ketahui, kembali ke pekerjaan kantor atau fokus belajar, bukanlah alasan untuk tidak memiliki me-time. Bahkan, anda bisa lho menyelipkan me-time di sela-sela jam kerja. Pada saat jam makan siang atau sore hari misalnya. Cobalah ke luar rumah untuk sekadar berjalan-jalan sambil berjemur, mengidupkan kendaraan, atau telepon keluarga dan temanmu untuk mengobrol sejenak. Jika memungkinkan, coba minta izin untuk bekerja dari rumah (work from home). Fokuslah untuk mengembalikan kesehatan fisik dan mentalmu. Ingatkan dirimu bahwa tidak apa-apa merasa sedih. Kuncinya, lakukan hal yang anda perlukan dan bicarakan semuanya dengan atasanmu/guru ataupun dosen pembimbing.

3.       Manfaatkan Kelonggaran Waktu untuk Menyelesaikan Pekerjaan

Jika biasanya anda bisa mengerjakan pekerjaan dalam waktu singkat, kali ini ada baiknya anda mencicil pekerjaan agar bisa pelan-pelan kembali ke kebiasaan rutinmu. Pasalnya, ketika berduka, anda sendiri tidak akan tahu bagaimana mood dan kondisimu setiap harinya. Satu hari bisa menjadi sangat produktif karena anda sudah merasa tegar, dan besokannya ternyata anda mengalami hal 180 derajat. Triknya adalah dengan mencicil dan menyelesaikan pekerjaanmu secara perlahan sebelum deadline tiba. Cara ini juga bagus untuk mencegah menumpuknya stres akibat pekerjaan!

4.       Jangan Ragu untuk Meminta Bantuan

Tidak perlu berpura-pura tegar dan kuat jika memang anda belum siap. Ketika anda merasa terlalu kewalahan dengan pekerjaanmu, anda tidak perlu ragu untuk meminta bantuan rekan kerja atau atasanmu. Mereka seharusnya bisa mengerti dan dengan senang hati membantumu dengan caranya sendiri. Ingat, bangkitlah perlahan-lahan dan jangan terlalu memaksakan dirimu agar tidak menambah beban pikiran. Selain dari aspek pekerjaan, jangan malu juga untuk meminta bantuan profesional seperti psikolog jika anda sudah merasa terlalu sulit untuk melewati masa berduka.

5.       Sabar

Sayangi dan coba berkompromi dengan diri sendiri. Anda harus bisa bersabar dan percaya dengan dirimu sendiri selama berduka, yakinlah bahwa ini semua akan memakan waktu. Di momen ini, tidak apa-apa jika anda merasa hidup melambat atau tidak bersemangat. Move on-lah dengan car sendiri, dan berikan kesempatan dirimu untuk bangkit, tumbuh, dan terkoneksi kembali dengan kenangan manis bersama orang tersayang. Rupanya sabar menjadi puncak keunggulan dalam mengatasi kesedihan, cobaan, saat ini.  Sabar sendiri adalah kesanggupan mengendalikan diri yang berpusat di hati. (Al-Ghozali, 1962 (dalam Muzaro’ah (2018)). Sifat sabar sangat penting bagi manusia dalam menghadapi musibah saat ini. Sabar membutuhkan proses dan sikap mental tertentu yang efektif jika diajarkan di tengah keluarga.

Perintah untuk bersabar pada (QS. al Kahfi [18]: 28) “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senjahari…” ayat tersebut, adalah untuk Menahan diri dari. Perintah sabar tersebut sekaligus juga Sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin Bersama dengan orang-Orang yang lalai dari mengingat Allah SWT.

Sabar dan Syukur karya Ibu Qayyim al–Jauziyah menghasilkan kesimpulan bahwa sabar menurut Ibnu Qayyim menca kup kesabaran dalam menahan dan mencegah hawa nafsu yang membawa manusia pada kemaksiatan. Kesabaran dalam menaati hukum-hukum Allah, serta sabar dalam menghadapi cobaan hidup. Aktualisasi konsep sabar dari Ibnu Qayyim menjelaskan hawa nafsu dapat dicegah dengan cara mengoptimalkan keluarga sebagai saluran utama untuk menimba ketaatan kepada Allah.

Sabar membutuhkan proses dan sikap mental tertentu yang efektif jika diajarkan di tengah keluarga. Penelitian yang difokuskan pada penelaahan buku  Sabar dan Syukur karya Ibu Qayyim al–Jauziyah menghasilkan kesimpulan bahwa sabar menurut Ibnu Qayyim menca kup kesabaran dalam menahan dan mencegah hawa nafsu yang membawa manusia pada kemaksiatan. Kesabaran dalam menaati hukum-hukum Allah, serta sabar dalam menghadapi cobaan hidup. Aktualisasi konsep sabar dari Ibnu Qayyim menjelaskan hawa nafsu dapat dicegah dengan cara mengoptimalkan keluarga sebagai saluran utama untuk menimba ketaatan kepada Allah.

Itulah beberapa cara mengatasi kesedihan yang bisa anda lakukan ketika melewati masa-masa berduka agar bisa perlahan bangkit dan kembali fokus bekerja. Nampaknya  ”Sabar” kata kunci dari manghadapi musibah. Sabar sendiri adalah kesanggupan mengendalikan diri yang berpusat di hati. (Al-Ghozali, 1962 (dalam Muzaro’ah (2018)). Sifat sabar sangat penting bagi kehidupana manusia dalam apagi saat menghadapi musibah saat ini.

 

 

Referensi

Anastria Rafitaka, dkk. (2018) Pengaruh Pelatihan Brain Gym Terhadap Peningkatankemampuan Konsentrasi Pada Anak Attention Deficit HyperactivityDisorder (Adhd)

Benor, D.J. (2006). Complementary Therapies fot Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). The International Journal of Healing and Caring, 6(2), 1-15.

Chotimatul Muzaro’ah (2018), Konsep Sabar Alam Menangani Anak Tunagrahita: Studi Terhadap Pemahaman Guru Di KB-TK Assakinah Inklusi Wirosari. (Skripsi). Semarang Fakultas Ushuluddin Dan Humaniora UIN Walisongo.

Dennison, P.E & Dennison, G.E. (2009). Brain Gym. Jakarta: PT Grasindo.

Harini, D. (2010). Pengaruh Senam Otak terhadap Perubahan Perilaku Anak Attention Defifict Hyperactive Disorder (ADHD) Penelitian Quasy-Experimental di Sekolah Anak Bermasalah (SAB) Harapan Aisyiyah Mojokerto. Jurnal Hospital Majapahit, 2(1),1-12

Levi Larassaty (2020) ”Dampak Wabah Covid-19 Pada Kesehatan Mental Penduduk Amerika Serikat. Jumat, 3 April 2020. Tersedia dalam: https://health. grid.id/ read/ 352088726/dampak-wabah-covid-19-pada-kesehatan-mental-penduduk-amerika-serikat?.

Maria Juwita; 2019. “Cara Mengatasi Kesedihan dan Kembali Fokus Bekerja”. Tersdia  dalam: https://glints.com/id/lowongan/cara-mengatasi-kesedihan-dan-fokus/

Muchlis Fadjarudin (2020) ”Hasil Kajian INDEF Soal Penanganan Wabah COVID-19 dan Dampak Ekonominya” Selasa, 24 Maret 2020 | 22:17 WIB. Tersdia dalam; https://www.suarasurabaya.net/ekonomibisnis/2020/hasil-kajian-indef-soal-penangan an wabah-covid-19-dan-dampak-ekonominya/

Nugroho, Y. (2009). Efek Brain Gym dalam Meningkatkan Perhatian Anak Attention Defifict Disorder (ADD). Jurnal Psikohumanika Universitas Setia Budi. Retrieved from setiabudi.ac.id.

Patternote, A., & Jan, B. (2013). ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder (Gangguan Pemusatan Perhatian da Hiperaktivitas) Gejala, Diagnosis, Terapi, serta Penanganannya di Rumah dan di Sekolah. A.K. Anwar. (Ed). Jakarta: Kencana Prenada Group.

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Artinya: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senjahari dengan mengharap keridhaan -Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengik uti orang yang hatinya telah Kami lalaik an dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (QS. al Kahfi 18: 28 )

Perintah untuk bersabar pada (QS. al Kahfi [18]: 28) “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senjahari…” ayat tersebut, adalah untuk Menahan diri dari. Perintah sabar tersebut sekaligus juga Sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin Bersama dengan orang-Orang yang lalai dari mengingat Allah SWT.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *