“Ilmu menuntun kita memahami kebutuhan; kebersamaan memadukan kemampuan; dan amanah menjaga agar pengabdian terus menghadirkan manfaat.”
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الَّذِي عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ، وَأَمَرَنَا بِالتَّعَاوُنِ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.
Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah,
Marilah kita bersyukur kepada Allah Swt. atas nikmat iman, kesehatan, kesempatan belajar, serta persaudaraan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau. Khatib berwasiat kepada diri sendiri dan seluruh jamaah agar meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Marilah kita menjaga ibadah, meluruskan niat, menunaikan amanah, serta menggunakan kemampuan untuk menghadirkan kebaikan.
Di lingkungan kampus, ketakwaan perlu mewarnai cara kita mengajar, belajar, meneliti, dan melayani. Dosen menjalankan tugas dengan persiapan yang sungguh-sungguh. Mahasiswa mengembangkan kemampuan melalui usaha yang jujur. Tenaga kependidikan memberikan layanan dengan teliti. Pimpinan mendengarkan kebutuhan dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Jamaah yang Dimuliakan Allah,
Pada Jumat, 30 Oktober 2026 ini, kita masih berada dalam suasana peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Tema tahun ini, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia,” mengajak generasi muda memelihara kecintaan kepada tanah air, ketekunan berkarya, serta perhatian kepada sesama.
Ikrar tahun 1928 yang Bapak dan Ibu kenal menegaskan satu tanah air, satu bangsa, serta penghormatan kepada bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Pesannya mengajak kita mempertemukan keragaman dalam tujuan bersama.
Bagi akademisi, semangat itu dapat diteruskan melalui kesediaan mempertemukan keahlian untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kampus memiliki ruang belajar, perpustakaan, laboratorium, pengetahuan, dan generasi muda yang sedang bertumbuh. Semua itu merupakan amanah yang perlu diusahakan manfaatnya. Namun, ada kesenjangan yang patut menjadi muhasabah: kita dapat menghasilkan banyak gagasan, sementara sebagian kebutuhan di sekitar belum tertangani dengan baik. Kita dapat menyelenggarakan banyak pertemuan, sementara tindak lanjutnya belum selalu terpelihara.
Jamaah yang Dirahmati Allah,
Karena itu, marilah kita bertanya: sudahkah ilmu mempertemukan kita dalam pekerjaan yang berguna? Sudahkah masyarakat dilibatkan ketika kita merancang pengabdian? Sudahkah tugas bersama dituntaskan dengan amanah? Inilah pesan khutbah kita: “Ketika Ilmu Menyatukan: Kampus Menghadirkan Solusi bagi Negeri.” Pesan tersebut kita renungkan melalui empat pelajaran dari Pantun #1193, “Kebersamaan Menghadirkan Solusi.”
Pertama: Mengenali Persoalan dengan Ilmu dan Kerendahan Hati;
Pagi hari menanam kedelai,
Tumbuh subur di tepi telaga;
Persoalan bersama perlu dikenali,
Agar solusi menjawab kebutuhan warga.
Pengabdian memerlukan kesediaan memahami keadaan. Sebelum menyusun kegiatan, kita perlu mendengarkan orang yang mengalaminya. Sebelum menawarkan jawaban, kita perlu memeriksa informasi yang menjadi dasarnya. Allah Swt. berfirman:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
Maknanya: Jangan mengikuti sesuatu yang tidak kita ketahui. Demikian penggalan QS. Al-Isra [17]:36, yang selanjutnya mengingatkan pertanggungjawaban pendengaran, penglihatan, dan hati.
Sebagai penerapan etis dalam kehidupan akademik, ayat ini mengingatkan kita untuk berhati-hati menyimpulkan. Pengetahuan perlu dibangun melalui pemeriksaan, sedangkan keputusan perlu mempertimbangkan keadaan yang sebenarnya.
Ketika mahasiswa mengalami kesulitan belajar, pendidik dapat menanyakan bagian yang belum dipahami. Ketika layanan perpustakaan kurang digunakan, pengelola dapat mendengarkan pengalaman pembaca. Ketika warga membutuhkan pendampingan, kampus dapat mengajak mereka menentukan prioritas. Kerendahan hati membuat kita bersedia memperbaiki dugaan awal. Masyarakat memiliki pengalaman yang berharga untuk dipertemukan dengan pengetahuan akademik. Maka, jadikan mendengarkan sebagai bagian dari pengabdian. Jadikan ketelitian sebagai adab menggunakan ilmu.
Jamaah yang Dirahmati Allah,
Kedua: Menjadikan Ilmu sebagai Bekal untuk Membantu;
Pergi ke ladang membawa bekal,
Singgah berteduh di bawah jati;
Ilmu dipakai menjadi modal,
Mencari jawaban yang tepat dan berarti.
Bekal ilmu diperoleh melalui ketekunan. Ada bacaan yang perlu dipahami, keterampilan yang perlu dilatih, dan pertanyaan yang perlu didiskusikan. Kesungguhan belajar menjadi persiapan agar kita mampu menjalankan tanggung jawab. Rasulullah saw. bersabda:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Maknanya: Siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah memudahkan baginya jalan menuju surga. HR. Muslim, no. 2699.
Hadis ini menguatkan semangat menuntut ilmu. Marilah kita menjaganya dengan niat yang baik dan usaha yang tekun.
Dalam lingkungan perguruan tinggi, ilmu dapat diterapkan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pengajaran membimbing mahasiswa mengembangkan kemampuan. Penelitian membantu memeriksa persoalan secara teratur. Pengabdian mempertemukan pengetahuan dengan kebutuhan kehidupan. Mahasiswa dapat menyusun media belajar yang mudah digunakan. Dosen dapat mendampingi perbaikan pengelolaan lembaga pendidikan. Tenaga perpustakaan dapat membantu masyarakat menemukan bacaan yang diperlukan.
Dalam pembelajaran berbasis OBE, kegiatan tersebut dapat diarahkan pada kemampuan yang terlihat serta karya yang dapat dinilai kegunaannya. Tanggapan pengguna menjadi bahan untuk memperbaiki hasil.
Marilah kita belajar dengan sungguh-sungguh, lalu mencari kesempatan menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab.
Jamaah yang Dirahmati Allah,
Ketiga: Menghidupkan Gotong Royong melalui Musyawarah dan Pembagian Peran;
Dari hulu mengalir ke muara,
Airnya jernih sepanjang kali;
Satukan tenaga, satukan gagasan,
Agar manfaat dapat dinikmati.
Allah Swt. berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
Maknanya: Tolong-menolonglah dalam kebajikan dan ketakwaan. Penggalan QS. Al-Ma’idah [5]:2.
Perintah ini memberi arah bagi kebersamaan kita: bekerja sama dalam kebaikan yang diridhai Allah. Di kampus, setiap orang memiliki kemampuan dan tanggung jawab. Ada yang menguasai kajian pendidikan, pengelolaan informasi, komunikasi, teknologi, atau pendampingan masyarakat. Kemampuan itu dapat dipertemukan melalui tujuan yang jelas. Allah juga menyebut musyawarah sebagai sifat orang beriman:
وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ
Maknanya: Urusan mereka diputuskan melalui musyawarah di antara mereka. Penggalan QS. Asy-Syura [42]:38.
Sebagai penerapan dalam kerja akademik, musyawarah memberi kesempatan untuk mendengar alasan, menimbang pilihan, dan menyepakati pekerjaan. Setelah keputusan diambil, tugas perlu dibagi sesuai kemampuan serta waktu yang tersedia.
Dalam pendampingan perpustakaan, misalnya, sebagian anggota menata koleksi, sebagian menyusun petunjuk, dan sebagian mendampingi pengguna. Setiap pekerjaan saling menunjang. Didinilah, semangat Sumpah Pemuda dapat kita hidupkan melalui kesediaan tersebut: menghargai keragaman, berbicara dengan santun, dan menuntaskan sumbangan bagi tujuan bersama.
Jamaah yang Dirahmati Allah,
Keempat: Menjaga Amanah agar Kepercayaan Terpelihara;
Burung nuri hinggap di dahan,
Terbang kembali menuju taman;
Kerja bersama memerlukan amanah,
Agar tumbuh rasa kepercayaan.
Allah Swt. berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
Maknanya: Allah memerintahkan agar amanah ditunaikan kepada yang berhak menerimanya. Penggalan QS. An-Nisa [4]:58.
Amanah perlu hadir dalam pekerjaan sehari-hari. Waktu mengajar digunakan dengan baik. Tugas disusun melalui usaha yang jujur. Sumber bacaan disebutkan sebagaimana mestinya. Data penelitian dicatat sesuai keadaan. Perlengkapan dan dana kegiatan digunakan menurut peruntukannya.
Jika muncul kendala, sampaikan sejak awal. Jika terdapat kekeliruan, perbaiki dengan sungguh-sungguh. Jika karya diselesaikan bersama, akui sumbangan setiap anggota.
Pelaporan kegiatan juga menjadi kesempatan untuk memeriksa apakah tujuan telah tercapai. Catatan bulanan, triwulanan, semesteran, dan tahunan perlu membantu kita melihat kemajuan serta menentukan perbaikan.
Jamaah yang Dirahmati Allah,
Kepercayaan dirawat melalui tindakan yang dapat diandalkan. Dari kepercayaan itulah kerja sama memperoleh kesempatan untuk berlanjut. Empat pelajaran ini membentuk satu rangkaian: pahami kebutuhan, siapkan ilmu, padukan kemampuan, dan tunaikan amanah.
Patriotisme dapat diwujudkan melalui kesungguhan merawat pendidikan dan melayani masyarakat. Kegigihan tampak dalam ketekunan belajar serta memperbaiki karya. Empati menuntun kita mendengarkan kebutuhan dan menghormati pengalaman sesama.
Marilah kita memilih satu perbaikan yang dapat dikerjakan dari lingkungan terdekat: mendampingi mahasiswa, memperjelas informasi layanan, membantu menemukan bacaan, atau menuntaskan tugas yang telah disepakati. Dalam renungan Jumadil Ula ini, kita melatih keteguhan, memeriksa diri, dan menjernihkan niat. Semoga ilmu yang Allah titipkan menguatkan persaudaraan serta memperluas manfaat pengabdian.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ، لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ.
Jamaah yang Dirahmati Allah,
Marilah kita kembali meneguhkan ketakwaan. Gunakan kesempatan belajar sebagai jalan memperbaiki diri. Gunakan keahlian sebagai sarana membantu. Gunakan kebersamaan sebagai ruang menunaikan tanggung jawab. Kampus dapat menumbuhkan pembiasaan yang bermanfaat: mendengar sebelum menyimpulkan, memeriksa sebelum menyampaikan, bermusyawarah sebelum melaksanakan, dan mengevaluasi setelah bekerja. Marilah kita memohon agar Allah membimbing niat, ilmu, dan langkah kita.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih,
Ampunilah dosa kami, kedua orang tua kami, para guru kami, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat. Ampunilah kelalaian kami dalam belajar dan menjalankan tanggung jawab. Bimbinglah kami untuk memperbaiki pekerjaan yang belum tertunaikan.
Ya Allah, anugerahkan kepada kami ilmu yang bermanfaat, hati yang ikhlas, dan ketekunan dalam beramal. Jadikan kami pendidik yang sabar membimbing, mahasiswa yang bersungguh-sungguh belajar, peneliti yang jujur, serta pelayan masyarakat yang dapat dipercaya.
Ya Allah, berkahilah dosen, guru, tenaga kependidikan, pengelola perpustakaan, pengasuh pesantren, dan seluruh insan pendidikan. Karuniakan kesehatan, kecukupan, serta kesempatan untuk meningkatkan kemampuan. Bimbinglah mahasiswa dan generasi muda kami. Tumbuhkan semangat belajar, keberanian bertanya, kesantunan berdialog, serta kesediaan membantu sesama.
Ya Allah, lapangkan jalan bagi mereka yang mengalami kesulitan belajar. Pertemukan mereka dengan pendampingan yang sesuai. Kuatkan harapan mereka dan mudahkan ikhtiarnya. Berkahilah kampus, sekolah, madrasah, pesantren, serta perpustakaan kami. Jadikan tempat-tempat itu ruang bertumbuhnya iman, ilmu, akhlak, dan persaudaraan.
Ya Allah, padukan kemampuan kami dalam kebaikan. Bimbing kami untuk berbagi tugas dengan adil, menyampaikan keadaan dengan jujur, dan menghargai sumbangan sesama. Bimbinglah para pemimpin kami agar mampu mendengar kebutuhan, menunaikan amanah, serta mengambil keputusan yang membawa kemaslahatan.
Ya Allah, jagalah Indonesia. Peliharalah persaudaraan dalam keberagaman. Tumbuhkan generasi yang mencintai tanah air, gigih berkarya, dan berempati kepada sesama. Jadikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kami sebagai amal yang Engkau terima serta manfaat yang terus terpelihara. Untuk itu, marilah kita meundukkan kepala sejenak: