Lulusan Al-Mishbah: Unggul Nilai atau Unggul Kompetensi?

Wawancara Eksekutif- Rabu, 21 Oktober 2026: 13: 30, dengan Prof. Dr. H. A. Rusdiana, MM. Guru Besar Manajemen Pendidikan; Pegiat Komunitas Pena Berkarya Bersama di Kompasiana. DK MediaElitkita; Admin, Proposal Pendirian UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Peraih Nominasi Penulis Opini terproduktitf di Koran Harian Umum Kabar Priangan (15/5/2025). Dewan Pembina PERMAPEDIS Jawa Barat; Dewan Pakar Perkumpulan Wagi Galuh Puseur. Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Mishbah Cipadung Bandung dan Yayasan Pengembangan Swadaya Mayarakat Tresna Bhakti Cinyasag Panawangan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat.

Hari Santri 2026 mengajak Al-Mishbah menyatukan akhlak, kompetensi global, dan pengabdian untuk melahirkan lulusan berkualitas.

Hari Santri 2026 bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” menjadi momentum refleksi bagi Yayasan Sosial Dana Pendidikan (YSDP) Al-Mishbah Cipadung Bandung. Tantangan pendidikan kini bukan sekadar menghasilkan lulusan berpengetahuan, melainkan berkarakter dan berdaya saing. Teori Human Capital Gary Becker menekankan investasi kompetensi, sedangkan pendidikan karakter Thomas Lickona mengintegrasikan pengetahuan, perasaan, dan tindakan moral. Kesenjangannya terletak pada belum otomatis terpadukannya kecakapan akademik, akhlak, dan kebutuhan global. Melalui pendekatan mixed methods, keterpaduan tersebut dapat dikaji secara kuantitatif dan kualitatif. Tulisan ini menjawab tiga pertanyaan Bedanews:

Pertana: Apa yang dapat digali dari Hari Santri untuk membangun lulusan berkualitas di YSDP Al-Mishbah? Hari Santri mengandung tiga nilai fundamental: spiritualitas, intelektualitas, dan kebermanfaatan. Ketiganya harus menjadi fondasi profil lulusan Al-Mishbah. Spiritualitas membentuk kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Intelektualitas menumbuhkan literasi, nalar kritis, serta kecakapan memecahkan masalah. Kebermanfaatan mendorong kepedulian sosial dan pengabdian.

Nilai perjuangan santri juga mengajarkan kemandirian, ketekunan, serta keberanian menghadapi perubahan. Dalam konteks pendidikan, nilai tersebut perlu diterjemahkan menjadi capaian pembelajaran yang terukur. Al-Mishbah dapat mengembangkan profil lulusan beriman, beradab, bernalar, berkarya, dan bermanfaat. Keberhasilannya dinilai bukan hanya melalui prestasi akademik, tetapi juga perilaku, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan kontribusi sosial.  Dengan demikian, Hari Santri menjadi inspirasi pembentukan mutu lulusan secara utuh.

Kedua: Langkah strategis apa yang dapat diterapkan agar lulusan Al-Mishbah mampu menjawab tantangan global? Al-Mishbah memerlukan transformasi pendidikan melalui lima langkah strategis. Pertama, mengintegrasikan nilai keislaman dan kompetensi abad ke-21 dalam kurikulum. Kedua, memperkuat literasi digital, numerasi, bahasa, dan berpikir kritis. Ketiga, mengembangkan pembelajaran berbasis proyek yang menyelesaikan persoalan nyata. Keempat, meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan, pendampingan, dan komunitas belajar. Kelima, membangun kemitraan dengan perguruan tinggi, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha.

Strategi tersebut perlu didukung manajemen berbasis data melalui pemetaan kemampuan awal, evaluasi pembelajaran, serta penelusuran lulusan. Prinsip Outcome-Based Education relevan diterapkan agar keberhasilan pendidikan diukur melalui kemampuan nyata peserta didik. Dengan demikian, daya saing global tidak berarti meninggalkan identitas keislaman, melainkan memperkuat kompetensi modern berdasarkan akhlak dan tanggung jawab.

Ketiga: Pesan moral apa yang dapat disampaikan kepada siswa Al-Mishbah pada Hari Santri 2026? Pesan utamanya adalah jadilah pembelajar sepanjang hayat yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat. Allah SWT berfirman bahwa Dia mengangkat derajat orang beriman dan berilmu (QS. Al-Mujadilah [58]:11).

Pesan tersebut menegaskan bahwa kemuliaan ilmu harus disertai tanggung jawab moral. Siswa Al-Mishbah hendaknya menghormati guru, menyayangi sesama, menjaga kejujuran, serta menggunakan teknologi secara bijaksana. Semangat santri tidak dibatasi pakaian atau tempat belajar, tetapi tercermin dalam kesungguhan mencari ilmu dan ketulusan berbuat baik. Falsafah Sunda silih asah, silih asih, silih asuh dapat memperkuat pembiasaan tersebut. Karena itu, setiap siswa perlu memiliki tiga komitmen: belajar dengan sungguh-sungguh, berperilaku dengan akhlak mulia, dan berkarya untuk kemaslahatan.

Singkatnya, Hari Santri 2026 memberikan arah strategis bagi YSDP Al-Mishbah untuk memperkuat kualitas lulusan melalui integrasi nilai, kompetensi, dan pengabdian. Spiritualitas menjadi fondasi moral, intelektualitas membangun kecakapan, sedangkan kebermanfaatan membuktikan hasil pendidikan. Penguatan kurikulum, profesionalitas guru, literasi digital, dan kemitraan harus berjalan bersama pembinaan karakter. Ketiga pertanyaan Bedanews bermuara pada satu kesimpulan: pendidikan berkualitas bukan sekadar menghasilkan siswa yang mampu bersaing, melainkan manusia yang sanggup memberikan manfaat. Sebab, lulusan unggul bukan hanya mereka yang berhasil menghadapi dunia, tetapi juga yang mampu menghadirkan kebaikan bagi dunia. Wallahu A’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *