GUNAKAN WAKTU EFEKTIF UNTUK BELAJAR:
Supaya tidak Keteter dalam Melaksanan Intruksi
“Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang melewati suatu jalan.’ Ibnu Umar berkata.” Apabila kamu berada di sore hari janganlah kamu menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi hari (datang). Apabila kamu berada di pagi hari jangankah menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore (datang). Gunakan waktu sehatmu untuk menghadapi sakitmu, dan waktu hidupmu untuk menghadapi matimu.” (HR. Bukhari)
A. Rusdiana
Terkadang kita merasa 24 jam sehari tidak cukup untuk waktu bekerja, beristirahat dan bersenang-senang. Tak jarang pula untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, jadi mengorbankan kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya leisure, seperti mentonton TV dan bermain game. Bahkan, seringkali jam tidur harus berkurang karena pekerjaan yang seperti tidak pernah ada habisnya. Namun, anda tidak perlu berhadapan dengan hal-hal di atas kalau anda berhasil melakukan time management yang efektif (pesan sebelumnya). Dengan mengatur waktu seefektif mungkin, anda tidak perlu sering lembur, dan bahkan jadi punya waktu untuk aktivitas lain. Waktu memang merupakan komponen penting dalam komunikasi sehari-hari terlehih dalam proses belajar mengajar belajar. Waktu (pagi, siang, sore, dan malam) akan memberikan makna yang berbeda terhadap suatu pesan, yang pada gilirannya tentu akan memberikan reaksi yang berbeda pula pada perilaku yang ditampilkan dalam proses komunikasi/beajar tersebut.
Apabila dalam sehari-hari ”Ketika mendengar telepon berdering pada tengah malam, maka akan dimaknai sebagai pesan penting (darurat), apakah ada berita kecelakaan atau kematian. Begitu pun ketika melihat seorang wanita yang masih berjalan-jalan di malam hari, akan dimaknai sebagai perempuan nakal”. Manusia sebagai animal symbolicum meminjam, istilah Ernst Cassier (Mulyana, 2001: 22), tentunya akan selalu memersepsi sesuatu sebagai sebuah pesan (symbol) terhadap segala perilaku yang ditampilkan oleh manusia yang lainnya. Pada gilirannya, perilaku yang ditampilkan oleh manusia juga akan dipengaruhi konsepsi manusia tersebut terhadap waktu. Apabila melihat seorang wanita yang masih berjalan-jalan di malam hari (kupu-kupu malam), akan dimaknai sebagai perempuan nakal.
Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu Demikian salah satu prinsip komunikasi (Mulyana, 2001:55). Menarik untuk mengungkap waktu. Beberapa contoh ungkapan sederhana yang sering terdengar dalam keseharian, misalnya, adalah “menghemat waktu”, “memboros waktu”, “membuang-buang waktu”, “menyia-nyiakan waktu”, dan lain-lain. Atau juga pepatah, seperti “time is money”, “al-Waktu ka al-syaif’, dan lainnya. Apa sebenarnya waktu, serta bagaimana manusia memaknainya?
Iwan Fals menjawab pertanyaan mengenai waktu tersebut dalam bait lagunya yang mengatakan “tergilas oleh waktu yang sombong”, sementara Einstein (Mulyana, 2004a) mengatakan bahwa “waktu tidak mempunyai eksistensi yang independen dari tata kejadian yang memungkinkan kita mengukurnya.” Memang, perbedaan konsepsi waktu, perwaktuan, dan tempo khusus dari kelompok-kelompok budaya merupakan dimensi komunikasi antarbudaya, yang juga berkau di didunia pendidikan komunikasi antara siswa/mahasiswa dan guru/dosennya. Walaupun dimensi waktu telah diakui dalam komunikasi antarbudaya, baru sedikit sarjana komunikasi yang telah berusaha menelaah masalah kompleks berupa pemberian perilaku temporal atau penelaahan hal mengenai waktu Akibatnya, sedikit sekali yang diketahui tentang waktu sebagai variabel penting yang mendasari semua situasi komunikasi interkultural.
Berdasarkan penjelasan di atas, menarik untuk mengkaji konsep waktu dalam kehidupan manusia sehari-hari, termasuk dalam konteks kehidupan pelajar, mahasiswa dosen karyawan terlebih dalam kondisi saat ini. Oleh karena itu dalam pesan sederhana ini, akan dikaji “Bagaimana seseorang memahami mengenai konsep waktu dalam kehidupan sehari-hari?” Tidak bermaksud menggurui siapaun, namun hal ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kebijakan Nomor: B-392/Un.05/II.4/HM.01/03/2020 tanggal 26 Maret 2020; yang salah satunya ”Dalam pemberian tugas, dosen harus mengedepankan asas proporsional dan memperhatikan kondisi psikologis mahasiswa”, khususnya dalam hal penguatan ”psikologis mahasiswa”. Berikut hal-hal mudah yang dapat dicontoh untuk meningkatkan produktivitas ataupun prestasi.
Fokus pada Masalah pekerjaan atau Pelajaran
Anggapan umum bahwa dengan multitasking pekerjaanmu bisa lebih cepat selesai sebenarnya belum tentu efektif bagi semua orang. Sebaliknya, beberapa orang bahkan merasa bahwa multitasking membuat kerja lebih lambat. Multitasking juga membuat pikiranmu terbagi-bagi. Ketika berpindah mengerjakan satu pekerjaan ke yang lainnya, anda juga jadi butuh waktu lebih untuk berpikir ualng. Di sisi lain, kalau anda fokus, anda bisa menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan punya spare waktu lebih untuk mengerjakan pekerjaan lainnya. Kualitas pekerjaanmu pun tidak perlu diragukan lagi. Dengan berfokus pada satu pekerjaan terlebih dahulu, ide-ide baru juga bisa bermunculan, loh.
Pastikan rencanamu tetap on track
Membuat action planner adalah salah satu awal yang baik untuk menyusun timeline kerjamu. Tapi yang terpenting adalah bisa atau tidaknya anda melakukan pekerjaan sesuai dengan action planner yang anda susun. Jika anda dapat mengeksekusi action planner anda , pasti anda tidak kekurangan waktu dalam bekerja. Anda juga perlu mempersiapkan bahan yang anda perlukan untuk mengeksekusi action anda. Mempersiapkah bahan termasuk melakukan research sebelumnya hingga anda tidak perlu membuang waktu yang lama untuk brainstorming ide. Anda bisa gunakan waktu luangmu untuk membaca atau mengeksplor hal yang dapat memberi anda ide baru.
Rencakan langkah selanjutnya
Anda perlu merencanakan setiap langkah anda selanjutnya. Jika project pertama sudah sukses, jangan terlalu lama merayakan kesuksesan tersebut. Rencanakan project selanjutnya untuk tetap mempertahankan kesuksesanmu bahkan meningkatkan kesuksesan tersebut. Dengan merencanakan action selanjutnya, anda tidak perlu waktu tambahan untuk memikirkan hal baru apa lagi yang dapat meningkatkan karyamu.
Lakukan prioritas dalam belajar dan bekerja
Tentu saja anda perlu melakukan pekerjaan yang lebih penting terlebih dahulu. Jika anda ingin menggunakan waktumu secara efektif, anda perlu memperhatikan detail pekerjaanmu. Tidak semua pekerjaan memerlukan waktu yang sama, maka itu milih pekerjaan yang diprioritaskan bukan hanya berdasarkan tingkat kepentingan tapi anda perlu memikirkan juga berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Jika anda dapat menjalankan hal-hal tersebut, dijamin anda tidak akan kekurangan waktu dalam bekerja sehingga anda tetap dapat melakukan hal-hal untuk refreshing. Anda juga dapat membuat diri anda lebih fokus dalam bekerja dengan mengkonsumsi beberapa makanan peningkat konsentrasi.
Jika anda dapat menjalankan hal-hal tersebut, dijamin anda tidak akan kekurangan waktu dalam bekerja sehingga anda tetap dapat melakukan hal-hal untuk refreshing. Anda juga dapat membuat diri anda lebih fokus dalam bekerja dengan mengkonsumsi beberapa makanan peningkat konsentrasi.
Selain memberti tips, Study and serve juga menyediakan berbagai lowongan kerja yang dapat meningkatkan kariermu. Yuk signup dan telusuri tema yang sesuai dengan passion anda. Kunjungi website http://arusdian.id/dan temukan tema Manajemen.
SUMBER:
- Mulyana, 2001
- Mulyana, 2004
- SE-Rektor UIN SGD Nomor: B-392/Un.05/II.4/HM.01/03/2020 tanggal 26 Maret 2020
- http://irmutia.wordpress.com

