Menyusun Intrumen Penelitian Kuantitatif

MENYUSUN INSTRUMEN PENELITIAN

(Materi Pembekalan untuk Mahasiswa yang sedang melaksanakan Mini Riset)

PERMISI

Mini riset adalah karya tulis ilmiah hasil karya mahasiswa sebagai tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah. Tujuannya agar mahasisa mampu menuangkan ide-ide kreatifnya dalam memcahkan suatu pokok permasalahan kedalam bentuk karya tulis ilmiah. Untuk membuat riset yang baik, harus memulainya dengan mengetahui arti dari riset itu sendiri. Hal yang seperti apa yang bisa dikatakan riset dan hal lain yang tidak digolongkan riset. Tujuan riset dapat dijadikan salah satu motivasi mengapa riset dilakukan. Ketika topik dan tujuan telah ditentukan, selanjutnya kita pelajari tahap demi tahap pelaksanaan riset dengan landasan tujuan yang jelas sehingga kita tidak kehilangan arah.

Riset adalah penelitian, berasal dari kata re dan search, mencari sesuatu yang baru menjadi hakikat dari kata research, bagaimana kita mencari sesuatu yang baru, mencari sesuatu di belakang kejadian, fenomena atau mencari penyelesaian masalah lewat research atau penelitian. Riset atau Penelitian dapat dimknai pula sebagai suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan  informasi untuk menyelesaikan masalah. Sebagai suatu kegiatan sistematis penelitian harus dilakukan dengan metode tertentu yang dikenal dengan istilah metode penelitin, yakni suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan  kegunaan tertentu. Cara ilmiah ini harus didasari ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis.

Riset/Penelitian dapat dimaknai pula sebagai suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan  informasi untuk menyelesaikan masalah. Sebagai suatu kegiatan sistematis penelitian harus dilakukan dengan metode tertentu yang dikenal dengan istilah metode penelitin,yakni suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan  kegunaan tertentu. Cara ilmiah ini harus didasari ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis.

Dalam melaksanakan kegiatan penelitian, keberadaan instrumen penelitian merupakan bagian yang sangat integral dan termasuk dalam komponen metodologi penelitian karena instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, menyelidiki suatu masalah yang sedang diteliti. Suatu intrumen yang baik tentu harus memiliki validitas dan realibitas yang baik. Untuk memperoleh instrument yang baik tentu selain harus diujicobakan, dihitung validitas dan realibiltasnya juga harus dibuat sesuai kaidah-kaidah penyusunan instrument.

Berkaiatan dengan hal tersebut, pada pembahasan ini akan diuraikan terkait dengan instrument penelitian yang pembahasannya diawali dengan  cara, langkah-langkah, dan contoh judul penelitian dan instrumen yang dikembangkan. Secara sub stantif, tujuannya penulisan untuk: (1) untuk mengetahui cara menyusun instrumen penelitian; (2) untuk mengetahui langkah-langkah menyusun instrumen penelitian; dan (3) untuk mengetahui contoh judul penelitian dan instrumen yang dikembangkan.

Secara singkat tulisan ini, akan menyajikan: (1) bagaimana cara menyusun instrumen peneitian? (2) bagaiman langkah-langkah menyusun instrumen penelitian (2) apa saja contoh judul penelitian dan instrumen yang dikembangkan?.

A. Cara Menyusun Instrumen Penelitian

Instrumen-instrumen penelitian dalam bidang social umumnya dan khususnya bidang pendidikan yang sudah baku sulit ditemukan. Untuk itu peneliti harus mampu membuat instrumen yang akan digunakan untuk penelitian.Titik tolak dari penyusunan adalah variabel-variabel penelitian yang ditetapkan untuk diteliti. Dari variabel-variabel tersebut diberikan definisi operasionalnya, dan selanjutnya ditentukan indikator yang akan diukur. Dari indikator ini kemudian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan. Untuk memudahkan penyusunan instrument, maka perlu digunakan matrik pengembangan instrumen atau kisi-kisi instrumen (Sugiyono, 2013).

Sebagai contoh misalnya variabel penelitiannya “tingkat kekayaan”. Indikator kekayaan misalnya: rumah, kendaraan, tempat belanja, pendidikan, jenis makanan yang sering dimakan, jenis olahraga yang dilakukan dan sebagainya. Untuk indicator rumah, bentuk pertanyaannya misalnya: (1) berapa jumlah rumah, (2) dimana letak rumah, (3) berapa luas masing-masing rumah, (4) bagaimana kualitas bangunan rumah dam sebagainya.

Peneliti membutuhkan wawasan yang luas dan mendalam terkait variabel yang diteliti dan teori-teori yang mendukung. Penggunaan teori yang dipilih harus cermat agar mampu menghasilkan indikator yang valid. Peneliti dapat membaca berbagai referensi. Item-item instrumen dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami, sehingga semua pihak yang berkepentingan dalam penelitian tersebut dapat memahami apa yang dimaksud dalam item instrumen tersebut (Sugiyono, 2012). Item-item instrumen dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami, sehingga semua pihak yang berkepentingan dalam penelitian tersebut dapat memahami apa yang dimaksud dalam item instrumen tersebut.

B. Langkah-langkah Menyusun Instrumen Penelitian

Ada beberapa langkah umum yang biasa ditempuh dalam menyusun instrumen penelitian. Langkah-langkah tersebut adalah:

1. Analisis Variabel Penelitian

Menganalisis setiap variabel menjadi subvariabel kemudian mengembangkannya menjadi indikator-indikator merupakan langkah awal sebelum instrumen itu dikembangkan.

2. Menetapkan Jenis Instrumen

Jenis instrumen dapat ditetapkan manakala peneliti sudah memahami dengan pasti tentang variabel dan indikator penelitiannya. Satu variabel mungkin hanya memerlukan satu jenis instrumen atau meungkin memerlukan lebih dari satu jenis instrumen.

3. Menyusun Kisi-kisi atau Layout Instrumen

Kisi-kisi instrumen diperlukan sebagai pedoman dalam merumuskan item instrumen. Dalam kisi-kisi itu harus mencakup ruang lingkup materi variabel penelitian, jenis-jenis pertanyaan, banyaknya pertanyaan, serta waktu yang dibutuhkan. Selain itu, dalam kisi-kisi juga harus tergambarkan indikator atau abilitas dari setiap variabel. Misalnya, untuk menentukan prestasi belajar atau kemampuan subjek penelitian, diukur dari tingkat pengetahuan, pemahaman, aplikasi, dan sebagainya.

4. Menyusun Item Instrumen

Berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun, langkah selanjutnya adalah menyusun item pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen yang akan digunakan.

5. Mengujicobakan Instrumen

Uji coba instrumen perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat reabilitas dan validitas serta keterbacaan setiap item. Mungkin saja berdasarkan hasil uji coba ada sejumlah item yang harus dibuang dan diganti dengan item yang baru, setelah mendapat masukkan dari subjek uji coba. (Petunjuk pengisian instrument dalam Iskandar, 2008).

C. Contoh Judul Penelitian dan Instrumen yang dikembangkan

Judul Penelitian:

“GAYA DAN SITUASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP IKLIM KERJA ORGANISASI SEKOLAH”

Judul tersebut terdiri atas dua variabel independen dan satu dependen. Instrumennya yaitu:

  1. Instrumen untuk mengukur variabel gaya kepemimpinan.
  2. Instrumen untuk mengukur variabel situasi kepemimpinan.
  3. Istrumen untuk mengukur variabel iklim kerja organisasi.

Model: Kisi–kisi instrumen yang diperlukan untuk mengukur gaya kepemimpinan, situasi kepemimpinan, dan iklim kerja organisasi, tampak pada tabel 1, berikut:

Tabel: 1

Model: Kisi–kisi instrumen yang diperlukan untuk mengukur gaya kepemimpinan

1.Instrumen yang diperlukan untuk mengungkapkan variabel gaya kepemimpinan

Sumber datanya adalah bawahan dari pimpinan yang dinilai. Bentuk angketnya adalah multiple choice (pilihan ganda)

Contoh:

Mohon dijawab pertanyaan–pertanyaan berikut sesuai dengan hasil pengamatan Bapak/Ibu/Sdr.

1) Apakah pemimpin anda menjelaskan tugas-tugas yang harus dikerjakan kelompok?

a. Tidak pernah  b.  Jarang sekali   c. Sering   d. Selalu

2) Apakah pemimpin anda berupaya mengembangkan suasana bersahabat?

(a) Tidak pernah  (b) Jarang sekali  (c) Sering    (d)  Selalu

3) Apakah pemimpin anda menetapkan hubungan kerja yang jelas antara satu orang dg yang lain?

( a) Tidak pernah (b) Jarang sekali   (c)  Sering    (d) Selalu

4) Apakah pemimpin anda memberikan kesempatan kepada para pegawai untuk mendiskusikan masalah – masalah  dengan pimpinan?

   ( a) Tidak pernah  (b) Jarang sekali   (c)  Sering    (d) Selalu.

5)  Apakah pemimpin anda memberikan hadiah dan hukuman untuk mengontrol para pegawai?

(a)  Tidak pernah   (b) Jarang sekali  (c)  Sering   (d)  Selalu

Instrumen tentang gaya kepemimpinan itu dikembangkan dari teori kepemimpinan situasional. Oleh karena itu gaya kepemimpinan yang baik, tergantung pada situasinya. Pada saat menjelaskan tugas-tugas kelompok maka ia harus bergaya direktif, pada saat menunjukkan hal – hal yang dapat menarik minat anggotanya maka ia harus bergaya partisipatif. Jadi tidak berarti gaya kepemimpinan yang baik partisipatif saja.

Dengan instrumen gaya kepemimpinan itu, maka akan dapat digunakan untuk mengukur kualitas gaya kepemimpinan seseorang. Sebaik apa gaya yang ditampilkan oleh seseorang akan dapat diukur dan diketahui secara kuantitatif. Menilai pemimpin akan lebih efektif bila sumber datanya menggunakan berbagai kelompok yang terlibat dalam pekerjaan pimpinan. Untuk itu akan lebih objektif bila sumber datanya adalah:

  • Bawahan
  • Teman kerja
  • Atasan (bila ada)
  • Yang bersangkutan (pemimpin menilai dirinya sendiri)/

2. Instrumen yang diperlukan untuk mengungkapkan varibel situasi kepemimpinan

Sumber datanya adalah para pegawai. Bentuk instrumennya adalah checklist. Untuk itu dapat digunakan sebagai pedoman observasi, wawancara, maupun sebagai angket.

Contoh:

Mohon dijawab dengan situasi yang sebenarnya, dengan cara memberi tanda (√) pada kolom jawaban yang telah tersedia. S =  semuanya; SB = sebagian besar, SK = sebagian kecil; TA = tidak ada. Tampak pada tabel 2, berikut:

Tabel: 2

Instrumen yang diperlukan untuk mengungkapkan varibel situasi kepemimpinan

Item nomor 1, 2 dan 3 merupakan dimensi hubungan pimpinan dengan anggota. Item nomor 4, 5, 6 merupakan dimensi tugas pimpinan. Item nomor 7, 8, dan 9 merupakan dimensi kekuasaan/power dari kepemimpinan.

3. Instrumen untuk mengungkapkan iklim kerja organisasi

Bentuk instrumen rating scale. Dapat digunakan untuk pedoman observasi, wawancara dan sebagai angket. Sumber data para pegawai.

Contoh:

Mohon dijawab item-item instrumen iklim kerja organisasi di tempat Bapak/Ibu/Sdr bekerja. Jawaban yang diberikan dengan memberi tanda lingkaran pada angka yang sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu/Sdr.

Arti angka-angka:

4 . berarti sangat setuju          =   baik sekali

3 . berarti setuju                       =   cukup baik

2 . berarti tidak setuju             =   tidak baik

1 . berarti sangat tidak setuju =   sangat tidak baik

Tampak pada tabel 3, berikut:

Tabel: 3

Instrumen untuk mengungkapkan iklim kerja organisasi

Dari tiga bentuk instrumen (bentuk pilihan ganda untuk instrumen gaya kepemimpinan; checlist untuk instrumen situasi kepemimpinan; dan rating scale untuk instrumen iklim kerja organisasi) tersebut maka pembaca dapat membedakan mana yang lebih komunikatif. Tiga instrumen tersebut dapat dibuat dalam bentuk yang sama, misalnya pilihan ganda semua, rating scale semua atau checklist semua.

Bentuk-bentuk instrumen mana yang akan dipilih bergantung beberapa faktor, diantaranya adalah teknik pengumpulan data yang akan digunakan. Bila akan menggunakan angket, maka bentuk pilihan ganda lebih komunikatif, tetapi tidak hemat kertas, dan instrumen menjadi tebal sehingga responden malas untuk menjawabnya. Bentuk checklist, dan rating scale dapat digunakan sebagai pedoman observasi maupun wawancara. Kapan ketiga metode pengumpulan data ini digunakan:

1. Angket: digunakan bila responden jumlahnya besar dapat membaca dengan baik, dan dapat mengungkapkan hal-hal yang sifatnya rahasia.

2. Observasi: digunakan bila objek penelitian bersifat prilaku manusia, proses kerja, gejala alam, responden kecil;

3. Wawancara: digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit;

4. Gabungan ketiganya: digunakan bila ingin mendapatkan data yang lengkap, akurat dan konsisten.

PENUTUP

Instrumen penelitian berfungsi sebagai alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi kuantitatif tentang variabel yang sedang diteliti. Titik tolak dari penyusunan instrumen penelitian adalah variabel-variabel penelitian yang ditetapkan untuk diteliti. Dari variabel-variabel tersebut diberikan definisi operasionalnya, dan selanjutnya ditentukan indikator yang akan diukur. Dari indikator ini kemudian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan. Untuk memudahkan penyusunan instrumen, maka perlu digunakan matrik pengembangan instrumen atau kisi-kisi instrumen.

Ada Enam langkah dalam penyusunan instrumen penelitian, yaitu: analisis variabel penelitian, menetapkan jenis instrumen, menyusun kisi-kisi atau layout instrumen, menyusun item instrumen, mengujicobakan instrumen dan petunjuk pengisian instrumen.

DAFTAR PUSTAKA

Iskandar. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif  dan Kualitatif).  (Jakarta: Gaung Persada Press 2008).

Sugiyono.. Metode Penelitian  Pendidkan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D. (Bandung: Alfabeta. 2012)

Sugiyono. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). (Bandung: Alfabeta, 2013).

NB: Ternyata Tugas GB itu berat Ibu/Bapak, memerlukan dukungan berbagai pihak…. Sambil menyelam meneguk air …. dengan kerendahan hati sambil bekerja dan menabung amal, sudi kiranya Ibu/Bapak, memberikan koment walaupun satu kalimat pada kolom koment👇

Leave a Reply

Your email address will not be published.