Khutbah Jum’at 25 Maret 2022: Rahasiah Keutamaan Akhir Bulan Sya’ban

RAHASIAH KEUTAMAAN AKHIR BULAN SYA’BAN

 

 

Ma’asyirol Muslimin Rakhimakumullah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan taqwa dan mempertebal keimanan kepada Allah SWT. karena kita saat ini hidup pada era digital, zaman tekhnologi, zaman yang sangat canggih guna untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, bukan hanya mencapai bahagia dunia saja, namun juga untuk mencapai kebahagiaan di akhirat nanti dan inilah yang lebih penting. Untuk itu marilah kita senantiasa memantapkan dan selalu menambah iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. dengan rajin rajin mengerjakan amal shaleh, mengerjakan semua perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, juga meningkatkan perjuangan kita untuk selalu memakmurkan agama Allah dimuka bumi ini.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT

Untuk menegakkan dakwah Islam diperlukan seorang sosok manusia yang dipenuhi hidayah dan juga mempunyai kemampuan yang keras, juga keberanian. Oleh sebab itu, meningkatkan iman dan taqwa serta membina jiwa merupakan modal dasar bagi kita untuk berdakwah Islam. Orang yang bermental kosong dan berjiwa lebih dari rasa iman kepada Allah dan juga iman kepada Rasul Nya Muhammad SAW., maka dirinya akan berkata, berbuat dan bertindak berdasarkan bisikan syetan, ingkar kepada ajaran Allah dan tuntunan Rasulullah SAW. Allah SWT. berfirman dalam Al Qur’an surat Ar-Ra’ad ayat 36, yang artinya:

“Katakanlah (wahai Muhammad) sesungguhnya aku diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan sekutu bagi-Nya untuk menuju jalan Allah, aku berdakwah (kepadamu) dan kepada Allah aku kembali”. (QS, Ar-Ra’ad [13]:36)

Katakanlah “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali”.

Dari firman Allah di atas, jelaslah bahwa segenap makhluq Allah, terutama umat manusia wajib beribadah semata-mata kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih yang tak pilih kasih dan Yang Maha Penyayang dan tak pandang sayang.

لا إله إلا الله محمد رسول الله

Artinya: “Tiada Tuhan yang wajib disembah dengan hak melainkan Allah SWT. semata. Nabi Muhammad adalah Rasulullah”.

Namun, jika ada seorang manusia mengaku sebagai orang Islam, seperti Abdullah bin Ubay bin Salul seorang munafik pada zaman Rasulullah SAW. dan gerombolan musyrik Abu Jahal yang mempunyai anggapan dan mengatakan bahwa Tuhan itu tidak satu, bukan Maha Esa. Ia juga mengatakan bahwa tida ada ayat di dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang keesaan Allah.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT

Jelaslah Abdullah bin Ubay bin Salul dan Abu Jahal dan gerombolannya adalah orang-orang musyrik dan murtad. Di dalam menyebutkan kata-kata wahid di dalamnya. Bagi orang-orang yang dalam neraka di akhirat nanti mereka akan kekal di dalamnya untuk selama-lamanya, tidak ada penolong bagi mereka, mereka selama hidup di dunia keras kepala, tidak mau menerima petunjuk Islam, tidak membenarkan kenabian Rasulullah Muhammad SAW. maka mereka di akhirat akan sadar dan menyesal dengan penyesalan yang sangat, mengapa dahulu di dunia tidak beriman dan tidak percaya kepada Allah SWT. Rasulullah SAW. dan tidak percaya akan kebenaran Al Qur’an.

Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 39.

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Artinya: “Adapun orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”.(QS. Al-Baqarah [2]:39

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Oleh sebab itu, hati manusia itu tergantung dari sanubarinya dalam menetapkan ideologi dan keimanannya, hati merupakan tempat keimanan, oleh karena itu hatilah yang dilihat oleh Allah SWT. bukan bentuk tubuh mereka. Hati itu kata Rasulullah SAW. ada empat macam, sebagaimana dalam sabda beliau yang artinya: “Hati itu ada empat macam:

1. Hati yang suci murni. Di dalamnya seakan-akan tempat lampu yang cemerlang cahayanya, itulah hati orang-orang mukmin.

2. Hati yang hitam lagi penuh penyakit, itulah hati orang-orang yang kafir.

3. Hati yang terikat pada sampulnya, itulah hati orang-orang yang munafik.

4. Hati yang terbuka, yang di dalamnya ada keimanan ada (pula) kemurniannya. Keimanan yang ada di sana adalah bagaikan sayur-mayur yang dialiri oleh siraman nanah yang bercampur dengan darah. Kedua benda yakni nanah dan darah saling kalah mengalah. Maka kemunafikan yang menguasai hatinya dan menguasai setiap gerak-geriknya.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt.

Oleh sebab itu, marilah kita memohon kepada Allah agar selalu menguatkan hati kita, mencondongkan hati kita kepada kebenaran iman, dan bukan kemunafikan. Kepada petunjuk dan bukan kesesatan. Kepada cahaya dan bukan kegelapan. Amin yaa robbal Alamin.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ

Khubah ke 2

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.