Mengapa Do’a Ku…?

MENGAPA DO’A KU?

(Rahasia agar doa cepat dikabulkan)

Semua orang pastinya pernah megalami dirundung bingung gelisah,dan kecewa. Saat harapan tak kunjung datang. Saat mimpi tak kunjung pasti. Saat cita-cita tak kunjung nyata. Munkin itu semua pernah berfikir dan bertanya seperti ini: ”Kenapa doaku belum diijabah padahal aku rajin sholat dan berdoa setiap hari? Kenapa doa si dia mudah sekali terkabul sedangkan aku tidak? Apa dosa besar yang sudah kuperbuat? ataukah cara ku dalam berdoa tidak benar? dan bukankah Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa hamba-Nya? sebagaimana dalam Q.S Al-Mu’min: 60, Allah berfirman:

”….berdoalah kepadaku-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu….”.(Q.S Al-Mu’min [40]: 60).

 

Tak hanya pertanyaan pertanyaan galau itu saja, bahkan sampai ada di antara yang khilaf berucap “Allah itu tidak adil”. “Naudzubillah min dzaalik” Semoga Allah mengampuninya.

Sebelum lancang “menyalahkan”, berburuk sangka atau bahkan sampai menjudge Allah tidak adil. Simak apa saja sih rahasia agar doa kita cepat dikabulkan. Jangan jangan memang tidak pernah melakukan hal ini dan faktor yang sebenarnya diciptakan sendiri yang membuat kenapa doa kita tidak pernah terjawab. Mana tahu kita ternyata tetap melakukannya dengan cara yang salah sehingga membuat Allah menunda pengabulan doa kita atau bahkan punya rencana lain untuk kita.

Niat yang Tulus Ikhlas

Para ulama hadits menjadikan bab Niat berada di awal kitab hadits susunan mereka, agar karya tulis mereka selalu diawali dengan keikhlasan dan tidak luput dari sifat ini. Bisa dibayangkan para ulama yang merupakan teladan dalam beramal mencontohkan kita agar senantiasa mengukur setiap amal yang kita lakukan dengan ukuran ikhlas. Niat dalam konteks manajemen adalah motivasi dan dikualifikasikan pada tahapan perencanaan. Segerakan/luruskan niat yang tulus ikhlas walaupun terlambat.

Para nabi Allah dalam kapasitas mereka sebagai da’i senantiasa menjadikan keikhlasan  berniat, sebagai jargon dan prinsip dakwah mereka. Sebagai contoh Nabi Muhammad saw sebagai teladan utama dalam hal ini mengemukakan tentang motivasinya dalam berdakwah, Katakanlah: “Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya“. (QS. Al-Furqan [25]: 57).

Minta didoakan Orang tua

Dikisahkan dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi, yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian, dan doa orang yang dizhalimi.” (HR. Abu Daud).

Salah satu kunci agar doa mudah dikabulkan Allah adalah doa tersebut dipanjatkan oleh orangtua kita. Doa itu keluar dari lisan ayah atau ibu kita. karenanya, selalulah berbuat baik kepada mereka, membahagiakan hati mereka, dan meminta doa restu dari mereka.  Segerakan minta Do’a, secara langsung kepada kedua orang tua baik yang masih ada maupun yang sudah tiadak ada.

Banyak-banyak bersyukur

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.” [QS. An-Nahl [16]:53].

Allah Azza wa Jalla memberikan berbagai kebaikan dan menolak kejahatan dan keburukan. Oleh karena itu, seorang hamba harus benar-benar bersyukur kepada-Nya. Hendaknya seorang hamba berusaha dengan segala cara yang dapat mengantarnya dan membantunya untuk bersyukur kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah [2]:152].

Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. [QS. Ibrâhîm[14]:7].

Sungguh sungguh saat berdoa

Hadirkan hati saat menghadap Allah. mitalah dengan sungguh-sungguh kepada-Nya. Jangan biarkan hati lalai; meminta sesuatu namun tidak bersungguh-sungguh. Apa kata dunia? Bagaimana kalau kita melihat seseorang pengemis yang mengetuk pintu rumah dan meminta sedekah, namun tangannya sibuk memainkan tombol hape, mulutnya bersiul, atau matanya melirik kesana kemari? Nggak sopan kan?

“Berdoalah kepada Allah dengan meyakini doa tersebut agar dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan menerima doa dari hati yang lalai dan tidak serius.” (HR. Tirmidzi).

Selalu ‘nyambung’ dengan Allah

Salah satu ciri orang yang beriman adalah ingat Allah. Banyak mengingat Allah bisa menjadi jalan agar kita selalu ‘nyambung’ dengan Allah. Kalau kita sudah ‘nyambung’, doa doa kita kepada Allah pasti lebih mudah dikabulkan. Ada cara yang insya Allah mudah agar kita selalu ingat Allah, yaitu dengan melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam.

Saat siang, pernah nggak berpikir bagaimana langit yang kuas dan biru ditinggikan? Pernah nggak membayangkan di mana batasnya, di mana ujungnya? Saat malam, rembulan berpendar indah dan jutaan bintang terhampar di angkasa. Pernah nggak bertanya bagaimana mereka digantungkan?

Positif thinking kepada Allah

Allah SWT. Tidak pernah menolak mengabulkan doa doa kita. Allah selalu sibuk dalam menjawab doa doa hamba-Nya, karena, sepanjang masa Allah selalu memberi yang terbaik untuk kita.

Doa, jika itu untuk kebaikan, pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT. Tapi, kadang  memang perlu menunggu. Berapa lama? Hanya Allah yang tahu kapan waktu terbaik untuk mengabulkan doa kita.

Jangan sampai makan barang haram

Diceritakan dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan, sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para rasul. Dia berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah makanan yang halal dan kerjakanlah amal saleh. Sesungguhnya Aku Maha mengetahui apa yang kau kerjakan.’ Dia juga berfirman, ‘ Wahai orang-orang yang beriman, makanlah rezeki yang baik yang telah kami rezekikan kepadamu!”

Tidak hanya enam poin di atas, masih banyak nasihat lainya seperti itu, kebetulan saja pada malam jum’at tanggal 6 Januari 2022 ada mahasiswa curhat dan minta do’a. Dan ingat dulu setahun yang lalu sedang megalami dirundung bingung gelisah, dan kecewa, tanpa dimiminta “Guruku” memberi nasihat itu.

Wallahu a’lam bish-shawabi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.