Menulis Tinjauan Pustaka

MENULIS TINJAUAN PUSTAKA DALAM KARYA ILMIAH:APA, MENGAPA DAN BAGAIMANA?

Permisi

alah satu Bab dalam penelitian skripsi, tesis, mapun disertasi pada umumnya Bab II Tinjauan pustaka bukanlah proses meringkas setiap artikel yang telah ditinjau oleh seorang penulis karya ilmiah. Tinjauan pustaka dilakukan dengan cara membuat analisis kritis hubungan antara artikel-artikel jurnal dari karya para peneliti sebelumnya, dan hubungannya dengan riset si peneliti itu sendiri. Tinjauan pustaka dapat ditulis secara terpisah atau menjadi satu artikel tersendiri, atau dapat juga digunakan untuk menjadi kerangka teoritis atau rasional pada suatu penelitian. Tinjauan pustaka merupakan bagian dari Bagian isi penelitian dan sering kali menjadi sebuah bab tersendiri dalam tesis atau disertasi. Secara umum, tujuan dari tinjauan pustaka adalah untuk menganalisis secara kritis bagian dari artikel jurnal melalui proses meringkas, mengklasifikasi dan membandingkan dengan penelitian sebelumnya.

Bagian ini akan “menyajikan sejumlah teori, konsep, dalil dan pereturan yang relevan dengan penelitian yang dilakukan” Berfungsi untuk untuk memandu sitimatika atu menjelaskan hasil temuan untuk bahan analisis pada bab berikutnya (Panduan Penulisan Tesis Disertasi PPs UIN SGD, 2019: 6). Dalam buku yang ditulis oleh Emi Emilia (2008:158-170) yang berjudul Menulis Tesis dan Disertasi, dijelaskan beberapa fungsi kajian pustaka, unsur-unsur yang terdapat dalam kajian pustaka, dan proses menulis kajian pustaka.

Tujuan penulisan ini, tidak lain untuk membatu dan meotivasi para mahasiswa bimbingan penlisan tesis dalam memahami makna dan esensi “penulisan Tinjauan pustaka”, hal ini dibutukan seiring dengan Surat Edaran Rektor UIN SGD Bandung Nomor 844/UN. 05/II.2/ KP.01.1/06/2020. Tanggal 11 Juni 2020, tentang Panduan Akademik non akademik dalam Tatanan Normal Baru, di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, bahwa “binbingan tugas akhir dilaksanakan secara pleksibel dengan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku”.

Fungsi Tinjauan Pustaka

Menurut Thody (2006:89) dalam bukunya Writing and Presenting Research tinjauan pustaka mencakup semua sumber kedua dari penelitian, misalnya film, audio, presentasi, kuliah, catatan harian yang ditulis tangan, arsip, peraturan perundangan, artifak, dan lain-lain. Fungsi dari tinjauan pustaka, hakekatnya, adalah menggunakan dan mengevaluasi penelitian orang lain, untuk mencari celah (gap). Dari celah tersebut akhirnya peneliti membuat tempat sendiri dalam bidang ilmu yang diteliti sehingga pembaca yakin bahwa peneliti tahu betul bidang penelitian atau topik yang sedang ditelitinya.

Secara lengkap fungsi tinjauan pustaka menurut para ahli yang dikutip di buku Emilia (2008:181) adalah sebagai berikut:

  1. Memperlihakan kedalaman pengetahuan yang dimiliki oleh penulis, sehingga pembimbing atau editor jurnal nasional atau internasional akan mengetahui kepakaran yang dimiliki oleh peneliti tersebut.
  2. Menunjukkan lama waktu yang sudah ditekuni oleh peneliti dalam topik yang ditelitinya. Karena hakekatnya, pustaka yang padat dan mutakhir menurut Pearce (2005:107) dalam bukunya How to Examine a Thesis merupakan bukti yang meyakinkan bahwa peneliti telah benar-benar serius mengkaji bidang penelitiannya dan menghabiskan waktu membaca topik di bidang penelitian tersebut.
  3. Menunjukkan bahwa peneliti benar-benar paham secara komprehensif tentang teori yang digunakan dalam penelitiannya.
  4. Mengapresiasi hasil karya orang lain dan memberikan penghargaan kepada para peneliti yang telah bekerja sebelum kita dan bahwa hasil karya mereka telah mengilhami cara berpikir kita.
  5. Memutuskan bahwa penelitian kita asli atau untuk mengidentifikasi adanya celah dalam bidang yang kita teliti.
  6. Membangun harapan dan keyakinan terhadap penelitian yang kita lakukan.
  7. Menunjukkan gambaran umum bidang penelitian kita dan menghubungkan dengan situasi saat ini, untuk menunjukkan pentingnya masalah penelitian kita.
  8. Memberikan contoh rancangan penelitian yang telah digunakan oleh peneliti sebelumnya dalam mencari jawaban terhadap permasalahan yang diteliti.

Berkaitan dengan teori yang mendasari penelitian menurut Dougherty & Pfaltzgraff (1990: 15-16), Teori adalah alat intelektual yang berfungsi: (1) membantu menyusun pengetahuan kita, menanyakan pertanyaan-pertanyaan penting, dan memandu perumusan prioritas dalam penelitian dan menyeleksi metode yang digunakan dalam penelitian; (2) membantu menghubungkan pengetahuan di satu bidang dengan bidang yang lain; dan (3) memberikan kerangka untuk mengevaluasi rekomendasi kebijakan, baik eksplisit maupun implisit, yang ada dalam ilmu-ilmu sosial.

Dalam menyusun suatu penelitian dengan metode pendekatan kuantitatif, maupun kulitatif maka diperlukan pengurutan teori yang akan digunakan secara sistematis mulai dari Grand Theory, Middle Range Theory, dan Applied Theory. Grand theory pada umumnya adalah teori-teori makro yang mendasari berbagai teori di bawahnya. Disebut grand theory karena teori tersebut menjadi dasar lahirnya teori-teori lain dalam berbagai level. Grand Theory di sebut juga makro karena teori-teori ini berada dilevel makro, bicara tentang struktur dan tidak berbicara fenomena-fenomena mikro. Middle theory adalah dimana teori tersebut berada pada level mezzo atau level menengah yang fokus kajiannya makro dan juga mikro. Sedangkan Applied Theory adalah suatu teori yang berada dilevel mikro dan siap untuk diaplikasikan dalam konseptualisasi. (Dougherty & Pfaltzgraff 1990, 10-11).

Penulis mengidentifikasi Grand Teori, Middle Teori dan Applied Teori untuk diterapkan pada penulisan Tesis Disertasi keahlian manajemen Pendidikan, apabila dilustrakan tampak pada gambar berikut:

Gambar 1: Penerapan Grand Theory, Middle Theory dan Applied Theory dalam Manajemen Pendidikan

Sumber: diolah oleh (Penulis 2020)

Apabila dikaitkan dengan penelitian Tesis dan disertasi Applied teori*), erat kaitannya dengan rumusan masalah dan pertanyaan penelitian, bahwa “masalah penelitian dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian sesuai dengan rujukan teori yang dipergunakan” (Panduan Penulisan Tesis Disertasi PPs UIN SGD, 2019: 6)

Unsur-unsur Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka yang memadai menurut Pearce (2005) harus berisikan: (1) evaluasi dan kutipan tentang bidang yang diteliti, dan (2) usaha dari tinjauan pustaka itu untuk menghubungkan hasil karya yang ditinjau dengan penelitian itu sendiri, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ini berarti, tinjauan pustaka yang memadai sebisa mungkin harus menunjukkan perbedaan atau kekurangan dari pustaka yang ditinjau. Banyak ahli mengatakan juga bahwa kutipan merupakan petunjuk apakah satu tulisan merupakan tulisan akademis atau populer dan merupakan bukti bahwa apakah penulis layak menjadi salah satu anggota komunitas akademi tertentu atau tidak. Ahli lain mengatakan bahwa dari tinjauan teori literasi kritis dan berpikir kritis, tinjauan pustaka merupakan indikasi apakah teks yang ditulis oleh peneliti bersifat analitis dan apakah argumen yang dibangun peneliti dalam teks tersebut sudah sangat kritis.

Salah satu kesulitan dalam menulis tinjauan pustaka adalah bagaimana menyeimbangkan secara tepat dan benar antara penggunaan kutipan karya orang lain dan komentar atau evaluasi dari peneliti. Kesalahan yang sering terjadi adalah kita menulis pustaka secara berlebihan tanpa memikirkan dengan kritis apakah pustaka tersebut cocok dengan teori dan topik penelitian kita. Seharusnya saat seorang peneliti mengkaji pustaka yang dibacanya, ia harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut, pustaka itu:

  1. Berkaitan dengan teori yang mendasari penelitian yang ditulisnya;
  2. Menjelaskan dengan mantap apa yang menjadi aspek dari penelitian yang dilakukannya;
  3. Sesuai dengan bidang penelitian yang akan kita laksanakan dan teori yang dipilih harus berkaitan dengan topik penelitian yang kita teliti;
  4. Dalam mengutip atau memparafrasa, meringkas dan mensintesis karya orang lain, kita harus tidak lupa memberikan penghargaan dengan cara menyebutkan sumber yang kita kutip tersebut secara tepat;
  5. Mengembangkan argumentasi yang kuat dan saling berkaitan secara rasional; dan
  6. Menjelaskan konteks penelitian saat ini baik secara nasional, regional maupun internasional.

 Proses Menulis Tinjauan Pustaka

Terdapat lima langkah dalam menulis tinjauan pustaka, yaitu sebagai berikut:

  1. Mencatat: Peneliti mencatat semua data yang terdapat dalam asal informasi misalnya: intisari, pengarang, tahun terbit, halaman, kota tempat diterbitkan, dan nama penerbitnya.
  2. Mengikhtisar: Peneliti harus memahami intisari makna isi buku atau sumber bacaaan yang bertalian dengan penelitian yang dilakukan. Mengikhtisar bertujuan untuk meringkas isi dari suatu pustaka.
  3. Mensintesis: Peneliti menyatukan dan membandingkan semua sumber bacaaan yang telah dikutip dalam klasifikasi topik yang relevan.
  4. Menganalisis secara umum: Peneliti memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil dengan tujuan agar terlihat hubungan yang jelas antara bagian-bagian tersebut. Contohnya analisis mengenai perkembangan isu topik penelitian tersebut dari waktu ke waktu, temuan penting yang diperoleh dari penelitian sebelumnya, teknik pengumpulan data dan analisis data, temuan penting dari penelitian tersebut, dan apa yang membedakan penelitian sebelumnya dengan penelitan saat ini yang akan diteliti dari segi teori, konsep, metodologi atau empirik.
  5. Menganalisis secara tajam: Peneliti melakukan evaluasi secara kritis terhadap hasil karya penelitian sebelumnya dan juga hasil karya peneliti sendiri. Gunakan argumentasi yang kuat serta dukungan bukti-bukti data yang kuat saat mengkritik secara konstruktif.

Kelima langkah tersebut, dilustikan pada gambar berikut:

Gambar 1: Proses Menulis Tinjauan Pustaka

Sumber: diolah oleh penulis

Penutup

Penulisan tinjauan pustaka pada prinsipnya bagaimana menyeimbangkan secara tepat dan benar antara penggunaan kutipan karya orang lain dan komentar atau evaluasi dari peneliti. Kesalahan yang sering terjadi adalah ketika menulis pustaka secara berlebihan tanpa memikirkan dengan kritis apakah pustaka tersebut cocok dengan teori dan topik penelitian kita. Seharusnya saat seorang peneliti mengkaji pustaka yang dibacanya, ia harus memperhatikan prinsip-prinsip dan kaidah yang berlaku. Tertama pada pengurutan teori yang akan digunakan secara sistematis mulai dari Grand Theory, Middle Range Theory, dan Applied Theory.

PUSTAKA
Emilia, E. (2008). Menulis Tesis dan Disertasi. Bandung: Alpha Beta.
Lynne Pearce (2005) How to Examine a Thesis. New York: Society for Research into Higher Education& Open University Press.
PPs UIN SGD (2019) Panduan penulisan Tesis Disertasi PPs UIN SGD, 2019. Bandung: PPs. UIN SGD.

Surat Edaran Rektor UIN SGD Bandung Nomor 844/UN. 05/II.2/ KP.01.1/06/2020. Tanggal 11 Juni 2020, tentang Panduan Akademik non akademik dalam Tatanan Normal Baru, di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Thody, A. (2006). Writing and Presenting Research. London: Sage Publications.

*) Seri Bimbingan Tesis Disertasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.