Pengembangan Potensi Diri

KEMBANGKAN DAN GUKANAN STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI DIRI

(Masa Karantina saat yang tepat untuk Mengukur dan Mengembagkan Diri, ”Tetap Berada Dirumah”)

A. Rusdiana

 

Permisi

Secara konseptual langkah awal dalam pengembangan potensi diri adalah mengidentifikasi potensi diri anda. SalahSecara konseptual langkah awal dalam pengembangan potensi diri adalah mengidentifikasi potensi diri anda. Salahsatu teknik yang dilakukan adalah melakukan pengenalan potensi diri. Pengenalan diri akan membantu individu melihat kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya, mengetahui hal-hal yang berkembang dengan hal-hal yang masih perlu dikembangkan. Pengukuran potensi diri dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah potensi-potensi yang dimiliki oleh seorang individu, Apakah pengenalan potensi diri itu? Kegiatan pengenalan potensi diri adalah suatu kegiatan mengenal potensi diri dengan teknik-teknik tertentu. Teknik tersebut dapat dilakukan secara kwalitatif dan kwantitatif. Pengenalan secara kwantitatif sering disebut dengan pengukuran potensi diri. Apakah pengukuran potensi diri itu?

        Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan ukur. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian, atau indeks kepercayaan konsumen. Pengukuran ada beberapa macam alat yaitu: micro meter,jangka sorong,dial indikator,viler gauge dll. Jadi Pengukuran adalah perbandingan dengan standar.

        Anda siap melakukan pengembangan diri? Sudahkah anda mengenal diri anda sendiri? Apabila anda belum mengenal diri anda sendiri, maka langkah inilah yang harus anda tempuh. Pengenalan diri adalah salah satu cara untuk mengenal potensi-potensi diri anda. Dengan mengenal potensi akan diketahui potensi positif dan potensi negatif, di samping itu dapat juga mengetahui apakah saudara telah mencapai perkembangan diri secara optimal atau menjadi pribadi yang sukses dan mantap. Dalam artian, memperoleh pengetahuan tentang totalitas diri yang tepat dengan menyadari kekuatan dan kelemahan masing-masing.

         Pertanyaannya adalah, bagaimanakah cara mengenal diri sendiri? Pengenalan diri dapat dilakukan melalui mengenal secara individual, feedback orang lain, dan menggunakan instumen tertentu. Dibawah ini akan dibahas lebih lanjut teknik mengenal diri sendiri.

A.  Konsep Dasar Pengukuran Potensi Diri

       Langkah awal dalam pengembangan potensi diri adalah mengidentifikasi potensi diri anda. Salah satu teknik yang dilakukan adalah melakukan pengenalan potensi diri. Pengenalan diri akan membantu individu melihat kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya, mengetahui hal-hal yang berkembang dengan hal-hal yang masih perlu dikembangkan. Pengukuran potensi diri dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah potensi-potensi yang dimiliki oleh seorang individu, Apakah pengenalan potensi diri itu? Kegiatan pengenalan potensi diri adalah suatu kegiatan mengenal potensi diri dengan teknik-teknik tertentu. Teknik tersebut dapat dilakukan secara kwalitatif dan kwantitatif. Pengenalan secara kwantitatif sering disebut dengan pengukuran potensi diri.

       Apakah pengukuran potensi diri itu? Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan ukur. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian, atau indeks kepercayaan konsumen.

       Pengukuran ada beberapa macam alat yaitu: micro meter, jangka sorong, dial indikator,viler gauge dll. Jadi Pengukuran adalah perbandingan dengan standar. Menurut William Shockley (dalam Suprapti, 2015) “Potensi diri adalah suatu kekuatan atau daya baik yang sudah teraktualisasi maupun sudah teraktualisasi, namun belum optimal. Dalam melakukan pengukuran potensi diri menggunakan beberapa teknik seperti diuraikan berikut ini”. Ada beberapa tenik pengukuran diri dikemukana Suprapti (2015:41), antara lain:

1. Pengukuran Individual

       Pengenalan diri bisa dilakukan secara individu, karena Andalah yang paling mengetahui diri anda sendiri. Asal dilakukan dengan mendengarkan suara hati yang paling dalam dan dilakukan secara jujur. Berikut ini anda diminta merenungkan diri anda sendiri dan menuangkan potensi-potensi yang ada pada diri anda sendiri, dalam kolom berikut:

Tabel 1: Instrumen Pengukuran Diri Individu

Sumber: Suprapti (2015)

       Jika Anda telah mampu merumuskan berbagai potensi diri, baik yang positif maupun negatif. Berarti anda memiliki kecenderungan telah mengenal diri anda sendiri. Apakah pengenalan diri seperti ini dinyatakan valid? Tentunya Anda perlu menggunakan teknik lain untuk melakukan pengenalan potensi diri anda. Salah satu di antaranya adalah menggunkan feedback.

2. Pengenalan diri melalui orang lain (feedback)

       Penilaian dari orang lain tersebutlah yang disebut dengan ”Feedback”. Teknik Feedback merupakan salah satu teknik untuk mengenal diri melalui orang lain baik disengaja maupun tidak disengaja. Kegiatan yang dilakukan dengan meminta umpan balik (feedback) dari orang lain mengenai potensi (baik yang positif maupun yang negatif dari orang lain). Umpan Balik Positif adalah sebuah mekanisme kontrol yang sangat efektif, dimana tim Anda mendapatkan Apresiasi dan organisasi berjalan dengan system dan prosedur yang telah ditetapkan.

3. Pengukuran potensi diri menggunakan Instrumen Tertentu

       Pandangan Realistik dan Obyektif seseorang tentang dirinya sendiri adalah merupakan usaha-usaha untuk memperluas dan memperdalam kesadaran mengenai berbagai aspek, kecenderungan dan kekhususan diri sendiri yang sudah teraktualisasi maupun yang masih merupakan potensi. (Utoyo. 2007:2012). Dalam rangka pengukuran potensi diri, dalam modul ini menggunakan instrumen-instrumen yang telah dibakukan yang ditulis para pakar dalam bidangnya.

         De Bono (dalam Suprapti (2015:48)), mengidentifikasi ada empat faktor penting yang terkait dengan berpikir lateral: (a) Mengidentifikasi ide dominan dan polarisasi masalah, (b) Mengenali ide dominan dan polarisasi persepsi masalah, (c) Mencari cara yang berbeda untuk melihat sesuatu, (d) Relaksasi pengendalian berpikir kaku, dan penggunaan kesempatan untuk mendorong ide-ide lain. Faktor terakhir ini berkaitan dengan fakta bahwa berpikir lateral melibatkan ide-ide probabilitas rendah yang tidak mungkin terjadi dalam kegiatan peristiwa.normal. Berpikir lateral pada tabel 2, berikut:

Tabel 2: Komponen Berpikir lateral 

        Sumber: De Bono (Suprapti, 2015)

         Berpikir lateral direkomendasikan untuk semua orang karena meningkatkan kreativitas dan pemikiran inovatif ke dalam kepribadian orang.

4. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepercayaan Diri

        Faktor yang mempengaruhi rasa percaya diri pada seseorang menurut Hakim (dalam Hapasari dan Emiliana 2014:62), antara lain: (a) Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi pembentukan awal rasa percaya diri pada seseorang. Rasa percaya diri merupakan suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang ada pada dirinya dan diwujudkan dalam tingkah laku sehari-hari.Didikan orang tua dan suasana keluarga sangat berpengaruh terhadap pengembangan percaya diri. (b) Pendidikan non formal, merupakan salah satu modal utama untuk bisa menjadi seseorang dengan kepribadian yang penuh rasa percaya diri adalah memiliki kelebihan tertentu yang berarti bagi diri sendiri dan orang lain. Rasa percaya diri akan menjadi lebih mantap jika seseorang memiliki suatu kelebihan yang membuat orang lain merasa kagum. Kemampuan atau keterampilan dalam bidang tertentu bisa didapatkan melalui pendidikan non formal. Secara formal dapat digambarkan bahwa rasa percaya diri merupakan gabungan dari pandangan positif diri sendiri dan rasa aman. Oleh karena itu pelatihan-pelatihan sangat berperan dalam membangun rasa percaya diri.

B. Cara Mengembangkan Potensi Diri

        Sebelum melakukan pengembangan diri dalam rangka menggunakan dan mengoptimalisasi seluruh kemampuannya untuk mencapai kinerja yang unggul. Menurut Suprapti (2015:51), ada beberapa cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mengetahui, menilai atau mengukur dengan akurat kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya, berikut caranya:

1.  Introspeksi diri (pengukuran individual)

        Individu meluangkan waktu untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukannya, apa yang telah dicapai dan apa yang ia miliki sebagai suatu kelebihan yang bisa mendukung dan apa yang ia miliki sebagai suatu kekurangan yang menghambat tercapainya prestasi tinggi. Cara ini efektif jika individu bersikap jujur, terbuka pada dirinya sendiri, mau dengan sungguh-sungguh memperhatikan kata hati.

2.  Feedback dari orang lain

         Dalam cara ini, seseorang meminta masukan berupa informasi atau data penilaian mengenai dirinya dari orang lain. Masukan berupa umpan balik (feedback) ini meliputi segala sesuatu mengenai sikap dan perilaku seseorang yang tampak, dipersepsi oleh orang lain yang bertemu dan berinteraksi dengannya. Cara ini bertujuan untuk membantu seseorang menelaah dan memperbaiki dirinya.

3.  Tes Psikologi

        Tes Psikologi yang mengukur potensi psikologis individu bisa memberi gambaran kekuatan dan kelemahan individu pada berbagai aspek psikologis seperti kecerdasan/kemampuan intelektual (kemampuan analisa, logika berpikir, berpikir kreatif, berpikir numerikal), potensi kerja (vitalitas, sumber energi kerja, motivasi, ketahanan terhadap stress kerja), kemampuan sosiabilitas (stabilitas emosi, kepekaan perasaan, kemampuan membina relasi sosial) dan potensi kepemimpinan tingkah laku.

C. Model Pengembangan Potensi Diri

1. Model Peter Lauster (1998)

        Peter Lauster dalam (Asrullah Syam, 2017:91), mendeskripsikan ada 8 tips untuk meningkatkan rasa percaya diri sebagai berikut: (a) Carilah sebab-sebab anda merasa rendah diri. Dengan mengetahui penyebabnya anda akan dapat menentukan cara memperbaikinya. (b)Atasi kelemhan anda. Hal yang penting adalah anda harus memiliki kemauan yang kuat, karena hanya dengan begitu anda akan memandang suatu perbaikan yang kcil sebagai keberhasilan yang sebenarnya. (c) Cobalah mengembangkan bakat dan kemampuan anda lebih jauh. Dengan demikian anda mengadakan kompensasi bagi kelemahan anda,sehingga kelemahan itu tidak lagi penting bagi anda. (d)Bahagialah dengan keberhasilan anda dalam suatu bidang tertentu dan janganlah ragu-ragu untuk bangga atasnya. Perkiraan sendiri atas keberhasilan anda adalah lebih penting untuk kesadaran diri anda sendiri dibandingkan dengan pendapat orang lain. (e)Bebaskan diri anda dari pendapat orang lain.Janganlah berbuat berlawanan dengan keyakinan anda sendiri. Hanya dengan begitu anda akan merasa merdeka ke dalam diri sendiri dan yakin akan diri sendiri. (d)Jika anda tidak puas dengan pekerjaan anda tapi tidak melihat sesuatu kemungkinannya untuk memperbaiki diri anda, maka kembangkanlah bakat-bakat anda melalui suatu hoby. Dengan tepat anda dapat mengkompensasikan kekecewaan dan dapat menjaga diri sendiri dari ketidakyakinan diri sendiri. (e)Jika anda diminta untuk melakukan pekerjaan yang sukar, cobalah anda melakukan pekerjaan dengan rasa optimis. Apabila anda takut dengan pekerjaan itu, makadi masa depan anda akan kurang percaya diri pada kemampuan anda sendiri dan akhirnya gagal dalam tugas yang tidak begitu sulit. (f)Jangan terlalu bermuluk-muluk bercita-cita karena cita-cita yang melampaui batas kurang baik. Makin besar cita-cita anda maka semakin sulit anda untuk menggapainya.

2. Model Wahyu Suprapti (2015)

        Suprapti (2015:35), mengajukan 6 model adalah: (1)  Carilah kelebihan anda, (2) Bangun jejaring kerja, (3) Cari teman yang dapat memberikan feedback untuk anda dalam pengembangan diri. (4) Bergaul dengan orang-orang yang berbeda profesi akan membuat anda kaya teman dan kaya pengetahuan serta pengalaman sehingga akan menambah rasa percaya diri anda; (5) Bangun inner beauty dan sikap positif (6) selalu mengembangkan diri dengan menambah pengetahuan setiap saat.

3.  Model  Kombinasi (MIX) Berbasis Konsep Diri

         Ada beberapa Tips MIX (campuran) Pengembangan Potensi, antara laian:

a. Menentukan Konsep Diri
Guna membentuk sebuah konsep diri secara benar, sesuai dengan siapa diri Anda sesungguhnya, dan apa yang Anda benar-benar inginkan dalam hidup ini; sebenarnya bisa Anda lakukan lagi pada saat ini. Anda sesungguhnya bisa membentuk kembali konsep diri Anda. Anda bisa mulai membuat visi baru mengenai siapa diri Anda sebenarnya, diri Anda yang benar-benar baru dan lebih baik tentunya. Anda harus memandang diri Anda sendiri dengan sudut pandang yang benar, sudut pandang yang bisa menghargai siapa diri Anda sendiri. Sehingga, dengan melihat secara benar mengenai siapa diri Anda, maka Anda sudah melakukan langkah awal untuk menuju kepada suatu pembentukan sebuah konsep diri yang baru. Ingat !!! Tidak ada kata terlambat, jika itu untuk suatu kebaikan bagi diri Anda sendiri. Yakinlah bahwa dengan merumuskan konsep diri anda akan mendapatkan pengembangan diri yang optimal. Apakah konsep diri itu? Konsep diri menurut para tokoh sangat beragam artinya, berikut akan dikutipkan beberapa pengertian tentang konsep diri. James F Calhoun mendefinisikan konsep diri merupakan gambaran mental diri sendiri yang terdiri dari pengetahuan tentang diri sendiri, pengharapan diri dan penilaian terhadap diri sendiri (James F Calhoun, (dalam Sano. 2014:2). Jalaludin Rahmat (Widiarti. 2017:137), “konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita, persepsi ini boleh bersifat psikologis, sosial dan psikis”. Konsep diri bukan hanya gambaran deskriptif, tetapi juga penilaian kita Sedangkan pengertian konsep diri dalam istilah umum mengacu pada persepsi seseorang mengenai dirinya sendiri. Persepsi ini terbentuk melalui kesimpulan-kesimpulan yang diambil berdasarkan pengalaman pengalaman dan persepsi-persepsi terutama dipengaruhi oleh reward dan punishment yang diberikan oleh seseorang yang berarti dalam kehidupannya.

         Menurut Hurlock (dalam Haruna, 2017:14) yang dimaksud konsep diri adalah kesan (image) individu mengenai karakteristik dirinya, yang mencakup karakteristik fisik, sosial, emosional, aspirasi dan achievement. Clara R Pudjijogyanti (dalam Haruna, 2017:14),  berpendapat bahwa konsep diri merupakan salah satu faktor yang menentukan apakah seseorang akan berperilaku negatif atau tidak, sebab perilaku negatif merupakan perwujudan adanya gangguan dalam usaha pencapaian harga diri. Dari beberapa definisi di atas dapat disentikan konsep diri adalah persepsi individu tentang dirinya, kemampuan dan ketidakmampuannya, tabiat-tabiatnya, harga dirinya dan hubungannya dengan orang lain.

         Berdasarkan pengertian konsep diri di atas, gambarkan konsep diri anda. Apakah anda sepakat bahwa konsep diri anda sebagai pimpinan yang kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pekerjaan pekerjaan anda? Persepsi anda tentang konsep diri anda sangat mempengaruhi cara atau pandangan hidup, yang pada akhirnya akan mempengaruhi perilakunya. Konsep diri yang positif akan memberikan energy positif baik diri maupun lingkungan. Pemahaman konsep diri anda secara benar merupakan point penting dalam pengembangan diri anda.

b. Meminimalisasi Hambatan

         Anda yang bertangung jawab atas kehidupan anda. Anda tidak bisa terus menerus menyalahkan orang lain untuk kesalahan-kesalahan dalam hidup anda. Hidup ini sebenarnya adalah tentang melanjutkan kehidupan itu sendiri. (You are responsible for your  life. You can’t keep blaming somebody else for your dysfunction. Life is really about moving on., Oprah Winfrey). (Suprapti 2015:39).

         Oleh karena itu anda sepakat akan selalu melaksanakan pengembangan potensi diri. Pengembangan diri tidak seperti membalikan tangan, namun merupakan suatu proses dan akan dijumpai hambatan-hambatan yang dijumpai. Hambatan dalam pengembangan potensi diri meliputi hambatan internal (hambatan berasal dari dalam dirinya sendiri dan hambatan eksternal. (hambatan dari lingkungan). Hambatan yang berasal dari individu sendiri; Penghambat yang cukup besar adalah pada diri sendiri,misalnya sikap berprasangka, tidak memiliki tujuan yang jelas, keengganan mengenal diri sendiri, ketidak mampuan mengatur diri, pribadi yang kerdil, kemampuan yang tidak memadai untuk memecahkan masalah, kreativitas rendah, wibawa rendah, kemampuan pemahaman manajerial lemah, kemampuan latih rendah dan kemampuan membina tim yang rendah. Sedangkan Hambatan eksternal adalah berasal dari lingkungan baik lingkungan keluarga maupun lingkungan kerungan social dimana kita berada .Hambatan yang berasal dari ingkungan kerja misalnya tidak mendapatkan kesempatan, atasan yang tidak memberikan kesempatan untuk pemberdayaan dirinya, teman maupun staf yang tidak mendukung. Lingkungan keluarga antara lain tidak mendapatkan dukungan dari keluarga dan lain sebagainya.

c. Menentukan strategi Pengembangan diri anda

         Langkah ke tiga dalam pengembangan diri adalah menentukan strategi pengembangan diri anda. Strategi apakah yang akan anda tempuh dalam pengembangan diri anda? Apakah strategi itu? Strategi secara umum adalah teknik untuk mendapatkan kemenangan (victory) pencapaian tujuan (to achieve goals). Menurut bussinesdictionary, pengertian strategi adalah metode atau rencana yang dipilih untuk membawa masa depan yang diinginkan, seperti pencapaian tujuan atau solusi untuk masalah.

D. Model Strategi Pengembangan Potensi Diri

         Secara historis, kata strategi dipakai untuk istilah dunia militer. Strategi sendiri berasal dari bahasa yunani “stratogos” yang berarti jendral/komandan militer. Maksudnya adalah strategi berarti seni para jendral, yaitu cara menempatkan pasukan atau menyusun kekuatan tentara di medan perang agar musuh dapat dikalahkan (Fandy Tjiptono, 2008:3). Namun istilah ini,tidak hanya digunakan dalam konteks militer saja, bisnis juga menggunakan istilah strategi ini. Dalam konteks bisnis strategi adalah rencana yang disatukan, luas dan terintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dica pai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan. (Lawrence R 1998: 9).

         Ansoff (1990: 43), mendefinisikan strategi sebagai “a set of decision making rules for guidance of organizational behavior”, apabila dikaitkan dengan pemasaran, maka strategi diartikan sebagai pengambilan keputusan mengenai pemakaian faktor-faktor pemasaran yang dapat dikendalikan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan

         Tujuan utamanya adalah agar perusahaan dapat melihat secara obyektif kondisi-kondisi internal dan eksternal, sehingga perusahaan dapat mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal. Dalam hal ini dapat dibedakan secara jelas fungsi manajemen, konsumen, distributor, dan pesaing. Jadi, perencanaan strategis penting untuk memperoleh keunggulan bersaing dan memiliki produk yang sesuai dengan keiginan konsumen de ngan dukungan yang optimal dari sumber daya yang ada. Untuk membentuk citra baik terhadap lembaga Pendidikan dan dalam menarik minat sejumlah calon si swa, maka lembaga pendidikan telah menggunakan berbagai upaya strategi yang dikenal dengan bauran pemasaran (marketing mix). (Buhari Alma 2003: 373).

         Didalamnya Alma, menggunakan elemen bauran pemasaran terdiri atas 7P yaitu; product, price, promotion, place, people, process, dan pysical evidence yang akan penulis paparkan pada sub bab selanjutnya yaitu strategi bauran pemasaran. Sedangkan tujuan pemasaran terkait dengan 7P, itu, menurut Peter Drucker (dalam Kotler, 1997:8), ahli teori manajemen terkenal menyatakan bahwa tujuan pemasaran adalah membuat agar tenaga penjualan menjadi berlebih dan mengetahui serta memahami konsumen dengan baik sehingga pelayanan cocok dengan konsumen tersebut dan laku dengan sendirinya.

         Berkaitan dengan strategi di atas, yang dimaksud dengan strategi pengembangan diri adalah suatu teknik dalam pengembangan diri untuk mencapai tujuan/arah dalam rangka pengembangan diri sebagai pimpinan/calon yang kreatif dan inovatif. Apabila dizinkan meminjam isitlah-istilah diatas, Maka strategi-trategi pengembangan diri tersebut disingkat dengan strategi 4P sebagai berikut:

1.  Menambah Pengetahuan (P1)

         Bertambahnya jenis dan bobot ilmu pengetahuan, membuat kita kaya akan pengetahuan, dan akan membuat kita memiliki opini-diri yang lebih baru dan lebih bagus. Bagaimanakah mendapatkan ilmu pengetahuan tergantung pribadi masing-masing. Misalnya dengan melanjutkan sekolah, melakukan self-learning, self-education, dan lain-lain. Membaca juga merupakan salah satu pilihan misalnya membaca buku-buku dan artikel pengembangan diri, membaca riwayat hidup atau pemikiran tokoh dapat memberikan insight dan memperbaiki konsep diri anda. Renungkan kata bijak berikut: Belajar dari orang lain tidak perlu menunggu tulisan, step by step atau omongannya. Belajar dari orang lain bisa dengan mengamati, mengerti cara berpikir dan cara bekerjanya.

2.  Menambah Pengalaman (P2)

         Pengalaman adalah guru yang bijaksana, demikianlah kata orang bijak. Pengalaman bukanlah serangkaian peristiwa yang menimpa kita, melainkan apa yang kita lakukan atas peristiwa itu baik itu pengalaman bagus maupun pengalaman buruk, upaya menyikapi pengalaman tersebut akan meningkatkan kemampuan kita dalam menyikapi berbagai keadaan. Dengan kata lain menambah pengalaman akan membuat kita tahu apa yang bisa kita lakukan sekarang dan apa yang belum bisa kita lakukan. Cara yang bisa anada tempuh antara lain: (a) Bergaul dengan orang yang berbeda profesi. (b) Mempraktekkan ide-ide perbaikan sampai berhasil; (c) Mengatasi masalah dengan cara yang positif dan dengan cara yang berbeda; (d) Meraih target positif, Mewujudkan standar prestasi yang kita buat, berkreasi; (e)Melakukan inovasi-inovasi dan Mengembangkan ide-ide yang kreatif.

      Diyakini, semakin banyak pengalaman yang anda lakukan akan memperbaiki konsep-diri. Semakin banyak kemampuan yang kita ketahui, semakin meningkatkan potensi kreativitas dan inovasi.

3.  Melakukan Perenungan diri (P3)

         Perenungan diri bukan berarti melamun yang tidak punya arti, akan tetapi merenung adalah suatu upaya untuk mengingat kembali apa yang tersimpan dalam memori kita agar kita mampu menemukan hakekat hidup. Selalu menanyakan pada diri sendiri, mengapa saya hidup? Mengapa Allah menciptakan saya? Apakah hidup saya sudah sesuai dengan yang diharapkan sang pencipta? Mengapa belum mencapai ? Apakah masalahnya. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan menghantarkan kita pada pencarian diri yang sesungguhnya. Dan akan berusaha mencari dan mencari hakekat kehidupan yang sesungguhnya.

4.  Menambah Pergaulan (P4)

          Anda boleh menggunakan istilah memperluas jejaring kerja untuk istilah menambah pergaulan ini. Pergaulan, dalam arti yang luas, akan memperbaiki konsep-diri tapi dengan syarat:, asalkan kita membuka diri untuk mengambil pelajaran dari orang yang kita kenal. Orang lain memang tidak bisa menyulap kita menjadi siapapun dan apapun. Namun jangan lupa, orang lain mengilhami kita, orang lain meng-inspirasi kita, orang lain adalah contoh bagi kita, orang lain adalah pembimbing kita, orang lain adalah pelajaran buat kita. Intinya, perbanyaklah mengenal orang (langsung atau tidak langsung) dan perbanyaklah mengambil pelajaran.

         Pelaksanaan pengembangan dimulai dari diri sendiri, dari hal yang paling kecil, dan lakukan saat ini juga. Ingat dalam mengenal dan pengembangan diri anda perlu mendapat dukungan orang lain, untuk memberikan feedback dan mempromosikan anda. Tulisan ini tidak akan ada artinya apabila anda tidak mengaplikasikan. Ingat mau paham laksanakanlah.

Penutup

          Sepakatkah anda bahwa kita akan membuat hal-hal yang besar dan kita mulai dengan hal yang kecil. Karena segala sesuatu yang besar tidak akan datang sekonyong-konyong/tiba-tiba akan tetapi diraih dengan perjuangan dan tekad yang gigih dan keras Oleh karena itu anda perlu memahami potensi diri anda. Pemahaman potensi diri akan terlaksana apabila anda pengenal potensi diri anda. Ada beberapa teknik yang dapat anda lakukan penilaian secara pribadi, melalui feedback orang lain dan menggunakan instrument tertentu. Agar anda mampu berperan sebagai pemimpin perubahan anda perlu memiliki ketrampilan berfikir kritis. Potensi ini akan optimal apabila anda mengembangkan potensi ketahan malangan, potensi berfikir secara lateral serta percaya diri.

          Potensi yang telah teridentifikasi perlu ditindak lanjuti dengan pengembangan-pengembangannya. Pengembangan potensi diri dapat dilakukan melalui langkah-langkah yang sistimatis. Langkah tersebut meliputi (1) mengenal konsep diri, mengenal hambatan diri menerima feedback dan neyikapinya secara positif dengan penuh kearifan sertaenentukan tujuan/arah pengembangan diri, (2) dan melaksanakan tips-tips dalam pengembangan diri agar menuju pemimpin perubahan yang kreatif dan inovatif.

         Untuk mencapai itu semua, pilih strategi yang tepat, gunakan 4 stregi; Menambah Pengetahuan (P1). Menambah Pengalaman (P2). Melakukan Perenungan diri (P3). Menambah Pergaulan (P4). Namun sebagus apapun strategi dibuat Pelaksanaan pengembangan dimulai dari diri sendiri, dari hal yang paling kecil, dan lakukan saat ini juga. Ingat dalam mengenal dan pengembangan diri anda perlu mendapat dukungan orang lain, untuk memberikan feedback dan mempromosikan anda. Tulisan ini tidak akan ada artinya apabila anda tidak mengaplikasikan. Ingat mau paham laksanakanlah.

Pustaka

Asrullah Syam, 2017. “Pengaruh Kepercayaan Diri (Self Confidence) Berbasis Kaderisasi Imm Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa. (Studi Kasus Di Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Parepare).” Jurnal Biotek 5 (1), (Juni 2017),  87-102. tersedia dalam: https://journal.uin-alauddin.ac.id › index.php › biotek › article › download

Aulia Hapasari dan Emiliana Primastuti 2014. “Kepercayaan Diri Mahasiswi Papua Ditinjau Dari Dukun Gan Teman Sebaya” Jornal  Psikodimensia. 13:(1) (Juni 2014), 60-72. tersedia dalam: http://journal.unika.ac.id/index.php/psi/ article/ viewFile/278/269

Buchari Alma, 2003. Pemasaran Stratejik Jasa Pendidikan, Bandung: Alfabeta.

Dahlia Haruna, 2017. “Usaha Meningkatkan Konsep Diri yang Positif Siswa Kelas XII TKJ 2 SMKN 2 Pinrang Melalui Konseling” Peer Group. Jurnal al – iltizam, 2,(1), Juni 2017), https:// https://id.123dok.com/document/yeo5dv0q

Fandy Tjiptono, 2008. Strategi Pemasaran, Yogyakarta: Penerbit ANDI,

Igor Ansoff, H. 1990. Implementing Strategic Manajemen, New York: Prentice Hall Inc.

Juliana, Indra Ibrahim & Afrizal Sano. 2014. ”Konsep Diri Remaja pada Masa Pubertas dan Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan  Konseling”. Jurnal Konseling dan Pendidikan. 2(1) (Februari 2014). 1-7. Tersedia dalam: http://jurnal.Konseling-indonesia.com

Lawrence R. Jauch and William Gluech, 1998, Bussines Policy And Strategic Manajement New York: McDraww-Hill.

Lubis, Darmayanti Utoyo & Shinta. (2007). “Gambaran Altruism pada Diri Relawan pada Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan”. Jurnal Psikologi . 13 (3), 211-233. https:// journal.ui.ac.id › index.php › mjs › article

Ni Putu Eka Aprilisya, dkk. 2017. “Peran Sikap Memediasi Pengaruh Pemasaran Hijau Terhadap Niat Beli Produk Ramah Lingkungan “Jurnal Manajemen Unud, 6(4), (April 2017), 10701-28. Tersedia dalam: https://simdos.unud.ac.id/uploads/ file_penelitian

Philip Kotler, 1997. Manajemen Pemasaran , Jakarta: Prenhallindo.

Pratiwi Wahyu Widiarti. 2017. “Konsep Diri (Self Concept) Dan Komunikasi Interpersonal Dalam Pendampingan Pada Siswa Smp Se Kota Yogyakarta” Jurnal INFORMASI Kajian Ilmu Komunikasi. 47(1). (Juni 2017), 135-148. Tersedia dalam: https://journal.uny.ac.id › index.php › informasi › article › download › pdf

Suprapti, Wahyu, 2013. Pengaruh Kepemimpinan transformasional, sikap menghadapi perubahan, aktualisasi diri, kreativitas terhadap inovasi, Disertasi, Jakarta: UNJ.

Suprapti Wahyu , 2015. Pengenalan Potensi Diri. Jakarta LAN RI,

Leave a Reply

Your email address will not be published.