Gali dan Kenali Diri Sendiri

GALI DAN KENALI POTENSI DIRI

A. Rusdinana

Permisi

etiap individu yang normal biasanya punya kehendak untuk berkembang dan maju. Kereana ia menyakini bahwa manusia dilahirkan di muka bumi ini, dibekali potensi diri. Akan tetapi sering tidak disadari bahkan sampai usia dewasa. Padahal banyak kemampuan yang bisa dikembangkan dari potensi itu, apabila tahu seberapa besar potensi itu, karena hal itu berguna sebagai bekal memasuki kehidupan berikutnya, khususnya dunia kerja dan meningkatkan karir, serta profesionalis. Tapi jangan lupa potensi itu kadang berpotensi untuk tidak konsisten (taqallub), berdampak pada konplik, jadi negatif. Kerja di rumah semacam sekarang dalam suasana lockdown juga bisa berpotensi positif dan negatif. Potensi yang positif bisa disebut sebagai kesanggupan atau kekuatan yang dapat dikembangkan itu memang memegang peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar dan bekerja. Apa pun jenis pelajaran yang dipelajarinya atau pekerjaan yang ditekuninya. Namun dalam konteks ini, dengan ungkapan sederhana, potensi itu berbicara mengenai “siapakah saya” dan kemampuan apa yang saya miliki untuk dapat melakukan suatu pekerjaan dengan baik. Agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, mulailah melakukan observasi untuk mengenal diri sebagai langkah awal, menggali potensi diri. Lontarkan pertanyaan, misalnya, “Siapa saya? “Orang seperti apakah saya?” “Apa yang jadi tujuan saya?” “Jenis pelajaran atau pekerjaan apa yang sulit saya kerjakan?” Dialog dengan diri sendiri ini contoh paling mudah tentang self awareness yang meliputi kemampuan memahami mood dan emosi diri, termasuk kemampuan menilai diri dan tidak mudah menyalahkan orang lain.

        Setiap individu yang normal biasanya punya kehendak untuk berkembang dan maju. Dengan potensi yang dimilikinya individu bisa menggapai tujuan dan impian dalam hidupnya yang akan berpengaruh besar pada pembentukan pemahaman dirinya yang akan berkaitan dengan prestasi yang hendak diraih didalam hidupnya kelak salah satunya yaitu prestasi belajar. Dari pemahaman di bahwa potensi diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam namun mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan jika didukung dengan latihan dan sarana yang memadai.

Ihkwal Potensi Manusia

         Potensi dalam bahasa arab disebut al-qalb. Sesuai dengan namanya al-qallb, memiliki makna berpotensi untuk tidak konsisten (taqallub). Al-Qur’an menggambarkan manusia memiliki dua potensi baik dan buruk. Seperti dalam (QS.Al-Qaf [50]: 37), mengambarkan manusia memiliki kasih sayang. Akan tetapi dalam (QS. Ali Imron[3]:151) manusia digambarkan suka berpaling. Dikarenakan manusia mempunyai untuk tidak konsiten (taqallub), bisa terkena komplik batin (Abdul Kodir, 2019:66). Potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang masih terpendam di dalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesuatu kekuatan nyata dalam diri sesuatu tersebut (Wiyono, 2006: 37).

        Dengan demikian potensi diri manusia adalah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang masih terpendam di dalam dirinya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan diri manusia. Prihadhi (2004: 6) potensi bisa disebut sebagai kekuatan, energi, atau kemampuan yang terpendam yang dimiliki dan belum dimanfaatkan secara optimal. Menurut Sugiyarto (2010:34) adanya kesadaran terhadap potensi yang dimilikinya, memungkinkan seseorang dapat mengaktualisasikan dirinya dalam kehidupan. Dengan mengetahui potensi diri maka seseorang dapat mengatasi segala permasalahan yang dihadapi dan melakukan sesuatu atau mengambil keputusan sebagai jalan keluar dari masalah tersebut.

        Potensi diri yang dimaksud adalah suatu kekuatan  yang masih terpendam yang berupa fisik, karakter, minat, bakat, kecerdasan dan nilai-nilai yang terkandung dalam diri tetapi belum dimanfaatkan dan diolah dengan baik. Seseorang biasanya sebagian besar masih ragu dengan potensi dirinya. Padahal dengan potensi yang dimiliki itu individu bisa menggapai tujuan dan impian dalam hidupnya yang akan berpengaruh besar pada pembentukan pemahaman dirinya yang akan berkaitan dengan prestasi yang hendak diraih didalam hidupnya kelak salah satunya yaitu prestasi belajar. Dari pemahaman di atas dapat kita ketahui bahwa potensi diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam namun mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan jika didukung dengan latihan dan sarana yang memadai.

        Ahmad Tafsir memandang manusia mempunyai punyai tiga “antena”, yaitu: (1) Indera; indera harus dilatih agar mampu memperoleh pengetahuan tingkat tinggi. Indera harus dibantu dengan metode sains agar mampu menghasilkan sains yang berguna dan baik; (2) akal; akal juga harus dilatih, jangan dirusak. Akal bisa dilatih dengan selalu berpikir agar mampu menghasilkan pemikiran yang logis tatkala manusia menyelesaikan masalah-masalah kehidupan; (3) hati; hati juga harus dilatih, Namun demikian, dalam kenyataannya, sekarang ada kekurangseimbangan di antara ketiga “antena” itu. Sains dan filsafat yang tinggi, tetapi pengetahuan tentang yang gaib acapkali rendah, (Tafsir, dalam Rusdiana 2016: 112). Nashori (2003:89), memaparkan, manusia memiliki beragam potensi diantaranya adalah sebagai berikut:

1.  Potensi Berfikir

        Setiap manusia memiliki potensi berfikir. Maka dapat dikatakan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk belajar mengenai informasi­informasi baru, menghubungkan berbagai informasi yang didapat, serta menghasilkan pemikiran yang baru. Ciri orang yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi yaitu, mampu untuk bekerja secara abstrak, baik menggunakan ide-ide, simbol, hubungan logis, maupun konsep-konsep secara teoristis, mampu untuk mengenali dan belajar serta menggunakan abstraksi tersebut dan mampu untuk menyelesaikan masalah termasuk masalah yang baru (Dwi Sunar P, 2010: 160).

2.  Potensi Emosi

        Potensi yang lain adalah potensi dalam bidang afeksi/ emosi. Setiap manusia memilki potensi cita rasa, yang dengannya manusia dapat memahami orang  lain, memahami suara alam, ingin mencintai dan dicintai, memperhatikan dan diperhatikan, menghargai dan dihargai, cenderung kepada keindahan. Potensi Emosi/Kecerdasan Emosi (EQ) menurut Daniel Golemen (Dwi Sunar P, 2010: 161-162) meliputi lima dasar kecakapan emosi dan sosial sebagai berikut: (a) Kesadaran diri Mengetahui apa yang dirasakan dan menggunakannya untuk mengambil keputusan, realistis, percaya diri, yakin akan kemampuan yang dimiliki. (b) Pengaturan diri; Mengelola emosi diri sedemikian rupa sehingga dapat bermanfaat positif terhadap pelaksanaan tugas, peka tetapi bukan perasa, sanggup menahan gejolak hati sebelum tercapainya suatu sasaran, mampu bangkit dari kegagalan dan bertahan dari tekanan emosi. (c) Motivasi; Memilki hasrat yang kuat dan menggerakkannya serta menuntun dirinya sendiri dalam menuju sasaran, inisiatif dan efektif dalam bertindak, tidak mudah putus asa (kecewa atau frustasi). (d) Empati; Dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain, dapat memahami perspektif mereka, menumbuhkan hubungan yang harmonis didasarkan atas saling percaya serta mampu beradaptasi terhadap lingkungannya. (e) Keterampilan social Mampu mengendalikan emosi dengan baik dan berfikir jernih, baik ketika berhadapan dengan orang lain mampu cermat membaca situasi dan jaringan sosial, mampu berinteraksi dengan baik, mampu menggunakan keterampilan-keterampilan untuk mempengaruhi dan memimpin, menghormati pendapat orang lain, mampu menyelesaikan perselisihan, sanggup bekerjasama dan bekerja dalam tim.

3.  Potensi Fisik

         Adakalanya manusia memilki potensi yang luar biasa untuk membuat gerakan fisik yang efektif dan efisien serta memiliki kekuatan fisik yang tangguh. Orang yang berbakat dalam bidang fisik mampu mempelajari olah raga dengan cepat dan selalu menunjukkan permainan yang baik. Nurihsan (2005: 74) menyebutkan ciri-ciri yang menonjol dari orang yang memiliki kecerdasan badaniah-kinestik yang tinggi adalah sebagai berikut: (a) Memiliki daya kontrol tubuh yang luar biasa. (b) Memiliki daya kontrol terhadap obyek. (c) Mengetahui timing yang tepat. (d) Mempunyai reflek yang sempurna dan sangat responsif dengan lingkungan fisik. (e) Suka melakukan oleh raga fisik. (e) Mahir dalam kerajinan tangan.(f) Mudah mengingat apa yang dilakukan dan bukan apa yang dikatakan atau diamati.

4.  Potensi Sosial

          Pemilik potensi sosial yang besar memiliki kapasitas menyesuaikan diri dan mempengaruhi orang lain. Kemampuan menyesuaikan diri dan mempengaruhi orang lain didasari kemampuan belajarnya, baik dalam pengetahuan maupun keterampilan. Ciri orang yang memahami potensi dirinya bisa diukur atau dilihat dalam sikap dan perilakunya sehari-hari dalam kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat. Menurut La Rose (Sugiharso dkk, 2009: 126-127) menyebutkan bahwa orang yang berpotensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) Suka belajar dan mau melihat kekurangan dirinya.(b) Memiliki sikap yang luwes. (c) Berani melakukan perubahan untuk perbaikan.(d) Tidak mau menyalahkan orang lain maupun keadaan. (e) Memiliki sikap yang tulus bukan kelicikan. (f) Memiliki rasa tanggung jawab. (g) Menerima kritik saran dari luar.(h) Berjiwa optimis dan tidak mudah putus asa.

          Menurut pengertian serta indikator di atas dapat diketahui bahwa potensi diri adalah kemampuan terpendam yang ada dalam diri individu baik secara fisik maupun mental yang perlu dikembangkan dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak kelak. Namun pada umunya seseorang sulit unuk bagaimanana menemukan potensi dirinya sendiri.

Bagaimana Menemukan Potensi Diri

        Menemukan potensi diri memang bukan hal yang mudah. Tidak jarang, seseorang salah langkah dan harus mulai dari awal lagi. Atau kasus lain, ada yang sampai sekarang belum mengetahui potensi diri sendiri sehingga tidak tahu harus mulai “melangkah” dari mana. Ketika merasa clueless tentang tujuan hidup, bukan berarti anda  tidak memiliki potensi diri kok. Lagipula, timing setiap orang memang berbeda-beda. Jadi, jangan frustasi dulu karena (Mutia Isni Rahayu, 2018), menemukan beberapa langkah yang bisa membantumu menemukan potensi tersebut.

1.  Buat keputusan untuk berkembang

         Langkah pertama untuk menemukan potensi diri adalah dengan membuat keputusan secara sadar bahwa anda  ingin berkembang dan berubah menjadi lebih baik. Keinginan untuk berubah dan berkembang sangat bagus untuk dapat membuat anda  bergerak maju. Keputusan ini adalah bentuk dari niat untuk menggali potensi diri. Ketika anda  sudah memiliki niat maka anda  akan dapat melakukan berbagai cara untuk menemukan potensi diri. “Semua tindakan berawal dari sebuat niat,” memang terdengar seperti sebuah kalimat yang sangat klise, tapi anda  pasti juga setuju bahwa pernyataan ini memang benar adanya.

2.  Kenali diri sendiri

           Langkah selanjutnya yang harus anda  lakukan untuk menemukan potensi diri adalah dengan belajar mengenali diri sendiri. Dalam dunia profesional, sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Untuk dapat mengenali diri sendiri, anda  juga bisa bertanya pada orang-orang di sekitarmu tentang bagaimana mereka melihat kepribadianmu. Kebanyakan orang mungkin tidak akan memberitahumu secara langsung apa hal yang tidak mereka sukai dari dirimu. Tapi jika anda  meminta pendapat jujur mereka dan memberi tahu tujuanmu adalah untuk lebih mengenal dirimu sendiri, tentu orang lain akan menjawabnya. Asalkan anda  juga tidak tersinggung dengan segala jawaban yang didapat.

          Ketika anda  sudah mengetahui kekurangan dan kelebihanmu juga kekuatan dan kelemahanmu, maka anda  juga akan mengetahui apa saja yang harus anda  kembangkan dan perbaiki. Tentunya dengan semakin mengenal diri sendiri anda  juga akan semakin mengerti apa potensi diri yang anda  miliki.

3.  Singkirkan rasa takut akan kegagalan

        Setelah anda  sudah mengenal dirimu lebih dalam, langkah selanjutnya yang akan membantu anda  untuk menemukan potensi diri adalah dengan menyingkirkan rasa takutmu terhadap kegagalan. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa pemikiran kita tentang kegagalan akan sangat mungkin membuat seseorang meragukan tentang potensi diri yang dimilikinya. Sebuah kegagalan seharusnya tidak menghalangi anda untuk terus menggali potensi diri dan mengembangkannya.

         Untuk dapat menemukan potensi diri, anda  harus selalu menganggap bahwa kegagalan adalah sebuah hal yang wajar terjadi pada setiap usaha yang anda  lakukan. Jika anda  sudah tidak merasa takut pada kegagalan, maka akan dapat menjadikan kegagalan tersebut sebagai pembelajaran dan alasan untuk berusaha lebih baik lagi mencapai yang anda  inginkan.

4.  Raih tujuan melalui langkah kecil

         Sepertinya mustahil bagi seseorang untuk menjalani kehidupan tanpa tujuan. Sebuah tujuan akan menentukan ke arah mana anda  akan berjalan. Begitu juga ketika anda  ingin memaksimalkan potensi diri yang anda  miliki, anda  juga harus mengetahui ke mana tujuanmu.

          Tujuan yang anda tetapkan bukan sekedar tujuan besar dan umum seperti “ingin menjadi orang sukses” atau sejenisnya, tapi juga tujuan-tujuan kecil yang nantinya juga akan membantu anda  memncapai tujuan besar dalam hidupmu. Pastinya akan lebih mudah untuk anda  mencapai sesuatu ketika anda  mengetahui secara spesifik apa hal yang anda  inginkan dan akan anda  lakukan.

5. Tetapkan Tujuan

        Setelah menentukan tujuan, sekarang saatnya anda  untuk mencapai tujuan tersebut. Anda  bisa memulai dengan langkah kecil untuk mencapai tujuan tersebut. Ketika anda  berhasil mengambil langkah kecil, anda  akan membuktikan pada dirimu sendiri bahwa anda  dapat melakukan lebih dari yang anda  pikirkan. Mencapai tujuan anda melalui langkah-langkah kecil juga akan lebih mempermudah anda  untuk mempelajari potensi diri yang anda  miliki. Misalnya sekarang dosen UIN Bandung ada anjuran harus menulis jurnal untuk pemanfatan waktu karantina, mulaih dengan itu.

        Jika anda  merasa kesulitan menentukan langkah apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, anda  bisa belajar dari orang-orang yang telah mencapai tujuan yang sama. Anda  bisa mencari inspirasi dimanapun termasuk blog, buku, ataupun bertanya langsung pada orang yang sudah anda  kenal.

6. Buat daftar pencapaian

        Langkah selanjutnya yang dapat membantu anda  menemukan potensi diri adalah dengan membuat daftar hal-hal yang telah anda  capai. Selain sebagai apresiasi pada dirimu sendiri, daftar kesuksesan ini juga akan sangat membantu anda  terutama saat anda  menghadapi kendala ketika ingin mencapai tujuanmu yang lain. Anda  akan kembali percaya diri karena anda  tahu bahwa anda  sebelumnya juga memiliki tujuan dan telah berhasil mencapainya. Pada dasarnya, pencapaian besar adalah kumpulan dari banyak pencapaian kecil yang sudah anda  lakukan. Atau bisa juga untuk memacu pengembangan buatkan tema baru misalanya teman saya membuat tema, “wan day wan hadist” saya membuat tema “wan day wan gambar”, dan sejenisnya supaya potensi positif tidak terbawa pada negatif.

7. Berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain

        Pernah mendengar istilah, “rumput tetangga selalu terliat lebih hijau“? Sebagian besar orang pasti sudah pernah mendengarnya dan juga merasakannya. Ketika kita memiliki satu pencapaian dan melihat orang lain memiliki pencapaian lebih besar, kebanyakan dari kita akan merasa bahwa pencapaian kita tidak pantas untuk dibanggakan. Padahal, bukan seperti itu seharusnya kita melihat pencapaian orang lain. Jika membandingkan diri sendiri dengan orang lain, maka tidak ada pernah habisnya dan pada akhirnya anda  tidak pernah menyadari potensi diri yang anda  miliki.

        Ketika melihat orang lain memiliki pencapaian yang lebih besar, cukup dijadikan motivasi diri bahwa jika orang lain bisa mencapainya, anda  juga tentunya akan bisa menuju ke sana. Ketika sudah menemukan potensi diri dan dapat mengembangkannya, tujuan yang anda  inginkan juga tentunya akan lebih mudah tercapai.

        Itu dia 7 langkah yang bisa membantu anda  untuk menemukan potensi diri. Pada dasarnya semua harus dimulai dengan kepercayaan bahwa memiliki potensi diri lebih dari yang anda  tahu. Ditambah juga dengan kesadaran bahwa setiap orang memiliki potensi diri Ahmd Tafsir menyebutnya ”Antena” yang berbeda, jadi tidak perlu berpikir bahwa kita memiliki potensi diri dibawah orang lain. Selamat mencoba langkah-langkah di atas dan menemukan potensi diri yang ada dalam dirimu!

Penutup

        Setiap manusia memeliki potensi diri yaitu kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang pada umumnya masih terpendam namun mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan jika didukung dengan latihan dan sarana yang memadai. Potensi yang tersdia ada potensi positif ada pula potensi negatif. Ketidaktahuan akan dirinya akan membawa hidup ini bisa tidak terarah, akan diombang-ambing oleh cepatnya perubahan yang terjadi dalm hidup ini. Hal demikian mungkin yang dinamakan pemanfaat potensi negatif.

        Untuk memudahkan menggali, dan mengenali diri sendiri yang postif; buat keputusan untuk berkembang; kenali diri sendiri; singkirkan rasa takut akan kegagalan; tetapkan tujuan; raih tujuan melalui langkah kecil; buat daftar pencapaian; berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain, apabila tidak bisa berdampak negatif.

Sumber Bacaan

Abdul Kodir, 2019. Manusia dan Pendidikan (Persepektif Al-Qur’an). Bandung: Sibiosa Rekatama Media.

Ahmad Rusdiana 2017 “Pemikiran Ahmad Tafsir tentang Manajemen Pembentuk Insan Kamil” Jurnal At-Tarbawi 2(2)  Desember, 2017: 97-120.

Mutia Isni Rahayu,  2018. ”7 Langkah untuk Membantumu Menemukan Potensi Diri, tersedia dalam. https://www.tommcifle.com/

Nashori, Fuad. 2003. Potensi-Potensi Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Prihadi, Endra K. 2004. My Potensi. Jakarta: Efek Media Komputindo

Sugiharso, Sugiyono, Gunawan & Karsono. 2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sugiyarto. 2010. Memberdayakan Potensi Kaum Muda. Klaten: Cempaka Putih

Sunar P, Dwi. 2010. Edisi Lengkap Tes IQ, EQ & SQ. Yogjakarta: FlashBooks

Wiyono, Slamet. 2006. Manajemen Potensi Diri. Jakarta: Grasindo.

Leave a Reply

Your email address will not be published.